
Banner Pertunjukan Waiting For Godot.(Foto: Dok. Lanjong Foundation)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Tahun ini, Lanjong Foundation akan memperingati usia ke 25 dengan menghadirkan pertunjukan teater klasik dunia, yang bertajuk Waiting for Godot, karya Samuel Beckett.
Pementasan ini akan berlangsung pada 6 Februari, pukul 20.00 WITA, di Ladaya Tenggarong, pengunjung dapat menikmati penampilan tersebut dengan membayar tiket seharga Rp 25 ribu.
Mengusung tema penantian dan ketidakpastian, Waiting for Godot dipilih sebagai medium refleksi atas perjalanan panjang Lanjong dalam dunia seni dan kebudayaan.
Lakon ini dikenal sebagai salah satu karya penting dalam tradisi Teater Absurd, yang mengisahkan dua tokoh, Vladimir dan Estragon, yang terus menunggu sosok bernama Godot, seseorang yang selalu dijanjikan akan datang, namun tak pernah benar-benar hadir.
Melalui kisah yang sederhana namun sarat makna, pertunjukan ini menggambarkan manusia yang menggantungkan harapan di tengah ketidakjelasan hidup.
Penantian yang berulang, sunyi, dan melelahkan menjadi cermin pengalaman banyak orang dalam kehidupan sehari-hari.
Sutradara pertunjukan, Mimi Nuryanti menjelaskan, pementasan ini tidak dimaksudkan untuk memberikan jawaban atau kesimpulan pasti kepada penonton.
"Waiting for Godot kami hadirkan sebagai pengalaman menunggu itu sendiri. Penonton diajak masuk ke dalam situasi yang hening, berulang, dan kadang terasa melelahkan seperti hidup yang sering kita jalani," ujarnya pada Kutairaya.com, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, pemilihan naskah Beckett dalam perayaan ulang tahun Lanjong juga menjadi penanda perjalanan berkesenian yang tidak selalu bergerak lurus menuju hasil.
"Dalam proses berkarya, sering kali kita berada di fase antara menunggu dan bertahan. Di sanalah teater menjadi ruang untuk jujur pada kegelisahan," tambahnya.
Sementara itu, pimpinan produksi Kosis A. Horen, M.Sn. menyebut, pertunjukan ini sebagai bentuk konsistensi Lanjong dalam menjaga kerja artistik yang reflektif dan bermakna.
"Kami tidak merayakan ulang tahun Lanjong dengan kemeriahan semata, tetapi dengan pertunjukan yang mengajak penonton berpikir dan merasakan. Waiting for Godot sangat relevan dengan situasi banyak orang hari ini menunggu tanpa kepastian," ungkapnya.
Melalui pementasan ini, pihaknya berharap dapat mempertemukan karya klasik dunia dengan konteks kekinian, sekaligus menegaskan posisinya sebagai ruang terbuka bagi dialog kebudayaan dan eksplorasi artistik yang terus hidup. (*zar)