Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar Fida Hurasani .(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Keterbatasan anggaran masih menjadi persoalan utama dalam pemenuhan sarana dan prasarana bagi relawan pemadam kebakaran di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani atau akrab disapa Afe
Afe
Namun, pemenuhan peralatan pendukung, khususnya Alat Pelindung Diri (APD), belum sepenuhnya dapat dilakukan secara optimal akibat keterbatasan anggaran.
"Relawan tidak hanya dibentuk, tetapi juga harus dijamin keselamatannya saat bertugas. Idealnya mereka dilengkapi APD yang memadai, namun kondisi anggaran saat ini masih terbatas," ujarnya, Senin (26/1/2026).
Ia mengaku pengajuan pengadaan peralatan telah dilakukan. Namun, kebijakan efisiensi anggaran menyebabkan sebagian besar usulan tersebut tidak dapat direalisasikan.
Meskipun demikian, Disdamkarmatan Kukar tetap berupaya memenuhi kewajiban dasar, minimal menyediakan satu set APD bagi relawan agar tetap aman saat bertugas.
"Kami tidak bisa memaksakan pengadaan peralatan besar. Namun, tanggung jawab terhadap keselamatan relawan tetap harus dipenuhi, terutama di wilayah padat penduduk dan kawasan rawan kebakaran," tuturnya.
Kondisi ini berdampak pada kesiapsiagaan relawan di sejumlah wilayah, khususnya desa-desa yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi.
Keterbatasan fasilitas berpotensi menghambat respons cepat saat terjadi kebakaran atau kondisi darurat lainnya.
Sementara itu Kepala Desa Segihan, Hendra Wahyudi mengatakan, dukungan peralatan dari pemerintah daerah sangat berpengaruh terhadap kemampuan relawan pemadam kebakaran di tingkat desa.
Menurutnya, keberhasilan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Desa Segihan dalam mengantisipasi kebakaran tidak lepas dari bantuan peralatan yang diberikan oleh Disdamkarmatan Kukar.
Namun, ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut dan merata ke desa-desa lain.
"Masih ada desa yang membutuhkan perhatian lebih, terutama terkait kelengkapan peralatan dan keselamatan relawan. Tanpa dukungan memadai, risiko di lapangan akan semakin besar,"ucapnya. (dri)