• Senin, 04 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kegiatan Diseminasi Program JAPFA for Kids.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Program Diseminasi JAPFA for Kids 2025 yang dilaksanakan oleh PT Surya Tani Pemuka (JAPFA Group) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan hasil yang positif dalam upaya menurunkan angka gizi kurang pada anak sekolah dasar.

HR Manager PT Surya Tani Pemuka, Agus Tri Wahyudi, menyampaikan selama 5 hingga 6 bulan pelaksanaan program, terjadi penurunan signifikan jumlah siswa dengan status gizi kurang.

“Kalau dilihat dari data yang dipaparkan, program ini sudah berjalan dengan sangat baik. Dalam waktu sekitar 5 bulan, capaian perbaikan status gizi mencapai 57 persen. Ini tentu menjadi kontribusi nyata kami sebagai perusahaan dalam mendukung pemerintah daerah dan negara menurunkan angka stunting dan malnutrisi,” ujar Agus usai kegiatan diseminasi program yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kukar, Rabu (21/1/2026).

Ia menegaskan, JAPFA for Kids merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga tumbuh dan sejahtera bersama masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Filosofi perusahaan kami adalah tidak hanya berbisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial. Program ini menjadi salah satu wujud kepedulian kami terhadap masyarakat, khususnya anak-anak,” ujarnya.

Agus menjelaskan, program JAPFA for Kids di Kukar menyasar 8 Sekolah Dasar, terdiri dari 7sekolah di Kecamatan Loa Kulu dan satu sekolah di Kecamatan Tenggarong.

Sekolah-sekolah tersebut secara sukarela berkomitmen mengikuti program tanpa adanya paksaan dari penyelenggara.

Program ini memiliki dua fokus utama.

Pertama, pembiasaan 4 pilar gizi seimbang melalui kegiatan rutin seperti senam gizi, membawa bekal sehat bersama, cuci tangan pakai sabun, pemeriksaan kebersihan kuku, serta edukasi gizi oleh guru.

Kedua, intervensi khusus bagi murid dengan status gizi di bawah normal melalui pemberian telur setiap hari selama 6 bulan.

“Telur diberikan kepada orangtua siswa sebanyak 7 butir per minggu untuk diolah menjadi bekal anak. Pelaksanaannya dimonitor oleh guru agar tepat sasaran,” ucapnya.

Dari total 121 siswa yang menjadi sasaran intervensi gizi, sebanyak 57 persen menunjukkan peningkatan status gizi setelah mengikuti program.

Bagi murid yang memiliki alergi telur atau mengalami kebosanan, konsumsi telur dapat diganti dengan sumber protein hewani lain, seperti ikan atau ayam.

“Kami sengaja melibatkan orangtua agar mereka memahami kondisi gizi anaknya dan ikut berperan aktif dalam perbaikan gizi tersebut,” tambah Agus.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, mengapresiasi pelaksanaan program JAPFA for Kids yang dinilai sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Program ini sudah berjalan sekitar 6 bulan dan memberikan dampak positif, terutama bagi siswa SD yang mengalami gizi kurang. Walaupun cakupannya masih terbatas, kontribusi ini sangat berarti bagi pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia berharap program JAPFA for Kids dapat terus berlanjut dan diperluas ke kecamatan lain di Kukar, serta menjadi inspirasi bagi stakeholder lainnya untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan kesehatan anak.

“Kami berharap ke depan program ini tetap berjalan dan semakin luas, sehingga dapat mendukung visi Bupati dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat Kukar yang lebih baik,” ujarnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top