• Sabtu, 07 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Lokasi Wisata Pantai Tanah Merah Samboja.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kawasan wisata Pantai Tanah Merah di Kecamatan Samboja, masih menjadi salah satu penggerak ekonomi pariwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Meskipun persaingan antar destinasi semakin ketat, kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Samboja dinilai tetap stabil, terutama saat momen libur panjang.

Salah seorang pengunjung asal Tenggarong, Siti (32), mengaku memilih berwisata ke Samboja karena biaya yang relatif ekonomis dan fasilitas yang semakin membaik.

“Kalau ke sini tidak terlalu mahal. Fasilitasnya juga sudah lebih baik, ada listrik dan tempatnya lebih bersih. Cocok buat keluarga,” ucapnya, Sabtu (17/1/2026).

Hal senada disampaikan Dimas (25), pengunjung lainnya, yang menilai kawasan wisata Samboja masih menjadi pilihan menarik untuk liburan singkat.

“Tempatnya lumayan lengkap dan harganya ramah di kantong. Kalau dibandingkan ke pantai yang lebih jauh, ke Samboja lebih hemat,” ujarnya.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata Kukar, M. Ridha Fatranta, mengatakan, dibandingkan objek wisata lain yang dikelola pemerintah daerah, Samboja masih mencatatkan tingkat kunjungan yang cukup baik.

“Kalau dibandingkan dengan yang lain, Samboja memang masih lumayan. Dari beberapa objek yang kita kelola, kunjungan di sana termasuk yang paling banyak,” ujarnya.

Ridha menjelaskan, upaya Dispar Kukar dalam menjaga daya tarik wisata difokuskan pada penyediaan fasilitas dasar, seperti kebersihan kawasan, ketersediaan listrik, serta penyewaan tenda bagi pengunjung.

Dukungan juga datang dari ULP Samboja dan pihak kelurahan yang turut membantu pengelolaan di lapangan.

“Fasilitas dasar kita jaga agar tetap nyaman bagi pengunjung. Ini penting supaya wisatawan betah dan mau datang kembali,” tuturnya.

Terkait libur Tahun Baru, Ridha mengakui jumlah pengunjung sempat meningkat meskipun tidak sepadat tahun sebelumnya.

Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh semakin banyak pilihan destinasi wisata pantai di wilayah sekitar.

“Memang sempat membludak, tapi tidak seramai tahun lalu. Banyak alternatif wisata lain sekarang. Namun keunggulan kita ada di harga yang murah dan terjangkau,” katanya.

Ridha menambahkan, kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata menunjukkan tren stabil dan cenderung meningkat.

Namun, pola pergerakan wisatawan kini mengalami perubahan.

“Banyak wisatawan bergerak ke kawasan Balikpapan dan IKN, sementara Tenggarong lebih didominasi wisatawan lokal,” ujarnya.

Selain itu, efisiensi anggaran dan pembatasan kegiatan di sejumlah daerah turut memengaruhi pendapatan pariwisata, khususnya pada okupansi hotel dan aktivitas restoran.

Ke depan, Dispar Kukar mendorong pengembangan destinasi wisata yang lebih inovatif dan berkelanjutan agar sektor pariwisata tetap mampu menjadi penopang ekonomi daerah.

“Kami berharap pariwisata bisa terus tumbuh dan memberi kontribusi yang lebih besar terhadap PAD Kukar,” ucap Ridha. (Dri)



Pasang Iklan
Top