Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Prof Dr Ir Ince Raden, M.P. (Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Rencana Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) untuk membuka sejumlah Program Studi (Prodi) baru masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM).
Rektor Unikarta, Prof. Dr. Ir. Ince Raden, M.P., mengemukakan, kesiapan fasilitas dan tenaga pengajar menjadi faktor utama yang menghambat realisasi pembukaan program studi baru yang dibutuhkan daerah.
"Kami masih terhambat dengan infrastruktur yang ada. Untuk membuka program studi baru, tentu dibutuhkan ruang perkuliahan yang memadai serta dosen dengan kualifikasi sesuai," ujarnya, belum lama ini.
Selain itu, Ince Raden menyebutkan adanya harapan dari pemerintah daerah agar program studi yang dibuka benar-benar selaras dengan kebutuhan pembangunan Kutai Kartanegara (Kukar), khususnya di bidang ketenagakerjaan, kesehatan, dan teknik informatika.
"Kami ingin membuka program studi yang relevan dengan kebutuhan daerah, namun hal itu perlu didukung oleh kesiapan SDM dan sarana pendukung," katanya.
Rencana pengembangan bidang kesehatan, termasuk wacana pembukaan program studi kedokteran, juga dihadapkan pada tantangan besar.
Menurut Ince Raden, pembukaan fakultas kedokteran membutuhkan tenaga medis spesialis dalam jumlah besar serta infrastruktur yang sangat memadai.
"Untuk kedokteran saja dibutuhkan sekitar 29 dokter spesialis. Ini jelas tidak mudah dan memerlukan perencanaan jangka panjang," tuturnya.
Pihak Unikarta berharap adanya dukungan dan kolaborasi dari pemerintah daerah serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kukar untuk mengatasi kendala tersebut.
Sementara itu, Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menilai keterbatasan program studi strategis di Unikarta perlu segera diatasi.
Namun, ia juga menekankan pentingnya kesiapan yang matang agar kualitas pendidikan tetap terjaga.
"Pengembangan jurusan teknik dan kesehatan memang penting, tetapi harus disiapkan dengan serius, terutama dari sisi SDM dan fasilitas," ucapnya. (dri)