
Pembina Asy Syauqi, Saiful Bahri.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Perjalanan Sekolah Islam Tahfidzul Qur’an Asy Syauqi di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis keikhlasan dan pelayanan mampu tumbuh dan dipercaya masyarakat luas.
Sekolah Tahfidz ini didirikan 15 tahun lalu dengan hanya 9 murid yang belajar di sebuah garasi, kini Asy Syauqi berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam terpadu dengan ratusan peserta didik dari berbagai latar belakang sosial.
Pembina Asy Syauqi, Saiful Bahri, menyampaikan kunci perkembangan sekolah ini terletak pada kepuasan dan kepercayaan masyarakat, bukan pada promosi besar-besaran.
“Yang kami bangun adalah kepuasan. Ketika orangtua merasa cocok, adik-adik dari siswa yang sama akan kembali bersekolah di sini. Itu yang terjadi,” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).
Asy Syauqi membuka layanan pendidikan lengkap, mulai dari penitipan anak, PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMK.
Lembaga ini juga menerima peserta didik dari berbagai kalangan, tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun sosial.
“Anaknya pejabat, pedagang kecil, hingga masyarakat biasa, semuanya belajar bersama. Tidak ada sekat,” kata Saiful.
Selain itu, Asy Syauqi turut melayani anak-anak dengan kebutuhan khusus yang enggan disekolahkan ke SLB.
Sekolah menyediakan guru pendamping khusus dengan pendekatan religius yang menekankan nilai Qur’an dan salawat.
Lingkungan sekolah dirancang menyatu dengan alam.
Berbagai tanaman produktif dan herbal tumbuh subur di area sekolah dan dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran serta pengobatan alami.
“Kami ingin tanah ini punya nilai manfaat. Bukan hanya indah, tapi juga berguna,” ujarnya.
Ke depan, Asy Syauqi menargetkan penguatan sarana prasarana, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pendidik, serta penguatan manajemen berbasis disiplin, adab, dan capaian kinerja.
“Kami hanya pelayan umat. Semoga Asy Syauqi terus menjadi milik masyarakat dan penuh keberkahan,” ucap Saiful. (Dri)