• Sabtu, 10 Januari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Wakil Bupati Kukar H Rendi Solihin.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mendorong masuknya investasi sektor properti dan pusat perbelanjaan modern.

Salah satu investor besar yang kini melirik Kukar adalah Pakuwon Group, pengembang properti ternama nasional.

Wakil Bupati Kukar, H Rendi Solihin mengemukakan, rencana masuknya Pakuwon Group merupakan tindak lanjut dari beberapa kali pertemuan yang telah dilakukan, termasuk saat bertemu manajemen Pakuwon di Jakarta.

“Insya Allah, jika berjodoh dan semua proses berjalan baik, yang akan masuk ke Kutai Kartanegara adalah Pakuwon Group. Mereka merupakan developer besar di Indonesia yang telah mengembangkan banyak pusat perbelanjaan, seperti City Mall, City Centrum, hingga Park Mall,” kata Rendi, Rabu (7/1/2026).

Ia menerangkan, Pakuwon memiliki tiga tipe mal, dengan Park Mall sebagai kelas tertinggi yang saat ini hanya ada di Surabaya dan Jakarta.

Sementara City Mall telah tersebar di sejumlah kota besar, termasuk yang terbaru di Kota Bontang.

Menurut Rendi, Pakuwon Group berencana berinvestasi dengan skema pembelian lahan, bukan sewa, seperti yang dilakukan di Bontang.

Keberadaan mal di Bontang terbukti mampu memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Di Bontang, PAD yang dihasilkan bisa mencapai sekitar Rp 2 miliar per tahun. Dari bioskop saja kontribusinya sekitar Rp 1,2 miliar. Selain itu, pembangunan mal standar bisa menyerap hingga 1.500 tenaga kerja dan kita pastikan mayoritas adalah tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Dalam 5 tahun ke depan, Pemkab Kukar menargetkan dapat menyediakan lokasi terbaik bagi investor.

Rendi menegaskan, pengembangan mal tidak akan mengganggu pusat perekonomian yang sudah ada, seperti kawasan Pasar Tangga Arung.

“Kami menawarkan beberapa opsi lokasi. Ada dua titik yang kami tawarkan, salah satunya di kawasan Gedung Ekraf yang cukup diminati, serta opsi lainnya di Desa Jongkang, Kecamatan Tenggarong Seberang. Saat ini masih dalam tahap penghitungan dan kajian,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani menyambut positif rencana investasi tersebut.

Menurutnya, Kukar memang membutuhkan fasilitas perbelanjaan modern untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

“Kita kekurangan fasilitas perbelanjaan modern, bukan lagi semi modern. Pasar jelas menginginkan itu. Kalau tidak ada, masyarakat akan belanja ke Samarinda, Balikpapan, bahkan ke luar daerah,” kata Yani.

Kendati demikian, ia menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam investasi tersebut, baik melalui kerja sama bagi hasil maupun kepemilikan saham, agar manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati investor.

“Pemerintah jangan hanya jadi penonton. Ketika mal sudah jadi dan menghasilkan, pemerintah harus ikut merasakan peningkatan PAD, bukan hanya manfaat sosialnya saja,” tuturnya.

DPRD Kukar juga menekankan seluruh rencana investasi harus melalui kajian matang, mulai dari feasibility study hingga analisis dampak lingkungan (Amdal).

“Prinsipnya kami mendukung selama itu baik untuk Kukar dan dibutuhkan pasar. Tapi semua harus melalui kajian yang komprehensif agar ke depan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi daerah,” ucapnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top