• Sabtu, 07 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Penampilan Wing Chun Kukar di acara TV.(Foto: Dok. Wingchun Kukar)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Wing Chun Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya mengembangkan seni bela diri tradisional asal Tiongkok dengan menyasar anak-anak usia sekolah sebagai bibit atlet masa depan.

Langkah ini dilakukan untuk membangun prestasi sekaligus memperkenalkan Wing Chun ke masyarakat Kukar.

Ketua Wing Chun Kukar, Dody Lesmana menjelaskan, Wing Chun ini merupakan seni bela diri yang berakar dari wushu dalam perkembangannya.

"Wing Chun itu seni bela diri dari Tiongkok, akarnya dari wushu. Di kungfu sendiri ada dua bagian, yang tradisional dan yang prestasi. Untuk tradisional kami masuk di Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) yang berada di bawah KORMI, sementara untuk prestasi itu masuk ke wushu," ujar Dody pada Kutairaya.com saat dihubungi, Selasa (6/1/2025).

Wing Chun Kukar sendiri mulai terbentuk setelah FORNAS 2019 di Samarinda. Sejak saat itu, perkembangannya sempat mengalami pasang surut, terutama dalam hal jumlah atlet.

"Dari tahun 2019 sampai 2023 itu pasang surut. Ada yang masuk, ada yang keluar. Mengembangkan secara privat memang cukup sulit," ucapnya.

Memasuki tahun 2025, Dody mencoba pendekatan baru dengan masuk ke sekolah-sekolah. Langkah ini mendapat respon positif dan dinilai lebih efektif untuk mencari bibit muda.

"Tujuan saya memang mencari atlet usia dini. Kalau lewat sekolah, lebih mudah karena anak-anak masih bisa dibentuk dan diarahkan," katanya.

Meski begitu, mengajarkan Wing Chun kepada anak-anak, khususnya usia SD, memiliki tantangan tersendiri.

"Kendalanya di cara mengajar. Anak-anak kecil itu lebih sulit, beda dengan umur 11-12 tahun yang masih bisa diatur," imbuhnya.

Dalam segi prestasi, Wing Chun Kukar sudah pernah mengikuti kejuaraan dan mendapatkan prestasi. Salah satunya, atlet binaannya berhasil meraih juara dua dan juara tiga pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) di Berau tahun 2024.

"Itu waktu saya diminta dadakan untuk maju ke Kejurprov. Alhamdulillah, atlet kami bisa juara," imbuhnya.

Sebagai bagian dari KORMI Kukar, Wing Chun Kukar juga minim dukungan dari Pemerintah. Menurutnya, banyak cabor di bawah KORMI membuat perhatian dan bantuan harus terbagi.

"Cabang olahraga di KORMI itu ada sekitar 60. Jadi wajar kalau tidak bisa fokus ke satu cabang saja," sebutnya.

Walaupun begitu, ia tidak menjadikan hal tersebut sebagai hambatan. Ia lebih memilih untuk membangun eksistensinya melalui penampilan di berbagai event dan kegiatan publik.

"Saya lebih fokus tampil di event-event, biar dikenal masyarakat. Kemarin juga sempat tampil dua kali di TV Kaltim," jelasnya.

Untuk ke depan, Wing Chun Kukar tidak memasang target prestasi yang terlalu tinggi. Fokusnya hingga saat ini untuk memperkenalkan Wing Chun ke sekolah-sekolah.

"Olahraga baru itu susah berkembang kalau tidak dikenal. Jadi saya lebih fokus promosi lewat event," tukasnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top