• Sabtu, 07 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kontingen Kukar di ajang BK Porprov Kaltim 2025 di Samarinda.(Foto: Dok. FAJI Kukar)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan perkembangan yang pesat meski tergolong kepengurusan baru.

Hal ini dinilai dari FAJI Kukar yang berhasil meraih prestasi gemilang dengan meraih juara umum pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov Kaltim 2025 di Samarinda.

Ketua FAJI Kukar, Izmil Patola, menjelaskan, FAJI merupakan induk organisasi olahraga arung jeram atau sungai arus deras. Di tingkat nasional, organisasi ini bernama Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), sedangkan di Kukar kepengurusannya baru terbentuk dan dipersiapkan sejak tahun 2024.

"Persiapan kepengurusan ini dimulai tahun kemarin dan pada 30 Desember 2025 FAJI Kukar resmi disahkan sebagai anggota KONI Kukar. Sebenarnya hampir seluruh kabupaten dan kota di Kaltim sudah lebih dulu memiliki kepengurusan FAJI, hanya Kukar yang memang agak terlambat," ujar Izmil pada Kutairaya.com di Tenggarong, Jumat (2/1/2026)

Meski waktu persiapan tergolong singkat, FAJI Kukar langsung dihadapkan pada tantangan dengan harus mengikuti BK Porprov Kaltim. Namun hasilnya justru di luar dugaan.

"Alhamdulillah, meski sebagai cabor baru, FAJI Kukar berhasil menjadi juara umum pada BK Porprov yang dilaksanakan di Sungai Karang Mumus, Samarinda," ungkapnya.

Ia menegaskan, terpilihnya dirinya sebagai ketua ini, ia berkomitmen akan membawa misi dengan membangun fondasi organisasi FAJI Kukar agar lebih dikenal dan kuat.

"Fokus awal kami pertama, membangun fondasi organisasi, merapikan administrasi, dan mulai serius melakukan pembinaan atlet," ucapnnya.

Saat ini, FAJI Kukar memiliki sekitar 15 atlet aktif. Menariknya, sebelum FAJI Kukar terbentuk, beberapa atlet arung jeram asal Kukar justru memperkuat daerah lain karena belum adanya cabor yang menaungi.

"Setelah FAJI Kukar terbentuk, kami panggil kembali teman-teman penggiat arung jeram ini untuk membela Kukar dan membantu membangun pembinaan atlet," tambahnya.

Untuk latihan, sementara waktu FAJI Kukar masih memanfaatkan Sungai Mahakam sebagai lokasi latihan, meski arusnya tidak terlalu deras.

"Kami untuk latihan berada di Sungai Mahakam, sambil mencari lokasi latihan yang lebih representatif. Namun karena Porprov Kaltim 2026 akan digelar di Paser, kami menyesuaikan latihan dengan kondisi yang ada," imbuhnya.

Sebagai cabor baru, FAJI Kukar tentu tidak lepas dari berbagai tantangan dan kendala yang ada. Salah satunya mempertahankan prestasi sebagai juara umum di ajang Porprov Kaltim 2026.

"Tantangan kami ini mempertahankan prestasi itu. Sedangkan kendala lainnya seperti keterbatasan peralatan dan pembiayaan, sama hal nya dengan cabor lain, namun kami tidak mengharapkan kepada satu pihak, tantangannya disitu, kita sebagai pengurus harus kreatif, bagaimana kita bisa memajukan cabor kita ditengah kondisi saat ini, " paparnya.

Saat ini, FAJI Kukar masih meminjam peralatan dari instansi lain seperti BPBD atau cabor yang serupa.

Selain fokus pada olahraga prestasi, FAJI Kukar juga memiliki visi untuk mengembangkan arung jeram sebagai bagian dari sport tourism atau wisata olahraga.

"Kami mulai mengidentifikasi sungai-sungai arus deras yang ada di Kukar. Kedepannya, kami akan berkomunikasi dengan dinas pariwisata dan dinas terkait untuk menggali potensi arung jeram sebagai wisata," sebutnya.

Untuk target jangka pendek, saat ini FAJI Kukar fokus menghadapi Porprov Kaltim 2026 dan mempertahankan hasil yang terbaik seperti di BK Porprov Kaltim 2025.

"Walaupun dengan segala keterbatasan, kami ingin menunjukkan bahwa FAJI Kukar bisa berkembang dan berprestasi. Seperti kata kata angkatan laut, Jalesveva Jayamahe, di air kita jaya. Artinya, saat kami berada di air, kami harus berjaya," pungkasnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top