
Amplang Balet.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal amplang balet (sarang burung walet) asal Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami banjir pesanan saat perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Salah seorang owner amplang, Nafsiah mengatakan, banjir pesanan ini dirasakan sejak 20-31 Desember 2025 kemarin.
Hal ini dibuktikan dengan jumlah pesanan yang mencapai sekitar 50 kg.
"Momen akhir tahun 2025 ini sangat memberikan dampak positif, terhadap peningkatan ekonomi pelaku usaha lokal," ucapnya.
Ia mengaku, perayaan hari besar ini sering mengalami peningkatan orderan.
Jika di hari biasa jumlah permintaan hanya sedikit, yang bisa menghabiskan 15 Kg dalam satu pekan.
"Perayaan hari besar seperti Natal, Tahun Baru hingga lebaran permintaannya sangat tinggi. Kalau hari biasanya hanya sekali produksi 15 kg sepekan sekali," ujarnya.
Ia menerangkan, dalam proses pembuatan amplang ini menunggu permintaan dari konsumen.
Sehingga amplang balet ini diproduksi secara fresh.
"Amplang balet ini dibandrol di harga Rp 200 ribu per kilogram dan untuk kemasan per 100 gram di harga Rp 25 ribu," ujarnya.
Sedangkan untuk amplang ikan bandeng dibandrol Rp 120 ribu per kilogram.
Penjualan amplang ini telah dipasarkan ke berbagai luar daerah, bahkan luar negeri.
Hal ini membuktikan tingkat peminat amplang cukup tinggi dan memiliki kualitas terbaik.
Kemajuan usaha ini bukan berarti dilakukan sendiri, tapi berkat dukungan dan kepercayaan dari berbagai pihak terhadap usaha yang tengah dijalankan.
"Dukungan ini dari pemerintah daerah yang kerap memfasilitasi wadah untuk menjual produk. Dan perusahaan dari sisi kemasan," ucapnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan tersebut.
Melalui dukungan itu, produk amplang balet ini semakin banyak dikenal masyarakat.
"Saya mulai usaha ini sejak 2022, yang dimulai dengan produk amplang ikan bandeng dan berinovasi menjadi amplang balet," tuturnya.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Sayid Fathullah mengatakan, peran pemerintah sudah selayaknya untuk memfasilitasi pelaku usaha lokal.
"Kami terus mendukung pelaku usaha lokal, dengan melibatkan ke dalam event daerah maupun luar daerah," kata Sayid.
Ia menjelaskan, upaya tersebut sekaligus bagian dari mempromosikan produk lokal, ke masyarakat luas.
Produk UMKM lokal ini memiliki kualitas tinggi dan layak bersaing dengan produk lainnya. (Ary)