Pedagang kembang api.(Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Jelang akhir tahun 2025, pedagang terompet dan kembang api telah menjamur termasuk di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Salah seorang pedagang terompet dan kembang api di Jalan Danau Aji Tenggarong, Muhammad Nor mengaku sudah mulai berjualan sejak 5 Desember 2025 kemarin.
Hingga saat ini, penjualan kembang api dan terompet belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
"Penjualan tahun ini (2025) berbeda seperti tahun lalu 2024," kata Muhammad Nor kepada Kutairaya, Selasa (30/12/2025).
Ia mengatakan, penjualan kembang api dan terompet ini setiap harinya sekitar Rp 100-200 ribu.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 500 ribu lebih.
Penjualan sebelumnya telah mampu menghabiskan sekitar 10 dos kembang api, namun hingga saat ini hanya sekitar 5 dos saja.
"Kami berharap penjualan kembang api dan terompet tahun ini bisa maksimal. Karena kita hanya ada waktu 1 hari lagi," ucapnya.
Adapun kembang api yang dijual berbagai jenis, baik itu gasing, petasan lempar, kembang api kawat hingga kembang api bola udara.
Harga yang dibandrol juga bervariatif, tergantung dari jenis dan ukuran kembang api itu sendiri.
"Harga kembang api dimulai dari Rp. 5-250 ribu. Dan terompet juga dari Rp 5-20 ribu," tuturnya.
Salah seorang pembeli kembang api, Suyatman menyampaikan alasan membeli kembang api dan terompet ini untuk menyenangkan anak-anaknya.
Meskipun anak-anak dibelikan kembang api, tapi tetap dilakukan pengawasan secara ketat.
"Kami sebagai orangtua, terus mengawasi anaknya jika bermain kembang api. Jangan sampai ini membahayakan diri sendiri maupun orang lain," ujar Suyatman. (ary)