
Kegiatan Penyerahan Bansos Pada Peringatan Hari Buruh Internasional di Pemkab Kukar.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong kemajuan industri, sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat mengatakan, momentum May Day bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan refleksi bersama untuk memperkuat persatuan, kebersamaan, dan perlindungan bagi para pekerja.
“Bagi para buruh dan pekerja, jaminan sosial itu sangat penting. Untuk pekerja perusahaan biasanya ditanggung melalui BPJS Ketenagakerjaan oleh perusahaan, sedangkan tenaga kerja rentan di luar perusahaan juga menjadi perhatian pemerintah daerah,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Menurut Taufik, peringatan Hari Buruh harus dimaknai sebagai hari kebanggaan yang membawa semangat positif dalam membangun hubungan industrial yang harmonis.
“Ini hari kebanggaan kita, hari yang harus kita resapi dengan kegembiraan. Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun kebersamaan, kedamaian, agar industri semakin maju dan para pekerja juga semakin sejahtera,” katanya.
Terkait upah minimum, ia menjelaskan penetapan upah di Kukar saat ini masih mengacu pada keputusan sebelumnya, dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) berada di angka sekitar Rp 3.900.000 atau hampir mencapai Rp 4 juta.
Sedangkan untuk sektor tertentu, besaran upah berada di kisaran Rp 4 jutaan.
Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar, Dendy Irwan Fahriza, menyampaikan peringatan May Day tahun ini dirangkai dengan penyerahan bantuan kepada pekerja rentan sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kelompok pekerja yang membutuhkan perlindungan lebih.
“Momentum May Day ini sekaligus kita isi dengan penyerahan bantuan kepada pekerja rentan. Bantuan berasal dari BPJS Ketenagakerjaan berupa santunan, kemudian paket sembako dari perusahaan dan Baznas,” ujar Dendy.
Ia menambahkan, peringatan tahun ini terasa berbeda karena melibatkan kolaborasi lebih luas dengan berbagai sektor industri, seperti pertambangan, migas, perkebunan, perbankan, dan sektor usaha lainnya.
“Tahun ini kita kolaborasikan dengan berbagai sektor perusahaan sesuai tema, yakni kolaborasi bersama untuk mewujudkan kemajuan industri dan kesejahteraan rakyat. Jadi, keterbatasan APBD tidak menjadi hambatan untuk tetap menghadirkan peringatan May Day yang bermakna,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, total sebanyak 29 penerima manfaat mendapatkan bantuan, terdiri dari 26 pekerja rentan dan 3 tenaga kerja disabilitas.
"Melalui peringatan ini, kami berharap semangat kebersamaan antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja dapat terus terjaga demi menciptakan iklim kerja yang produktif, inklusif, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat," ujarnya. (Dri)