• Jum'at, 01 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Penemuan Korban Tenggelam di Muara Badak.(Dok. Bazarnas Kaltim)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Harapan keluarga untuk melihat Muhammad Rizal (33) pulang dengan selamat, akhirnya pupus.

Nelayan asal Muara Badak yang hilang terseret arus saat menjaring udang di perairan Muara Badak Ulu, Kutai Kartanegara (Kukar), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pencarian, Jumat (1/5/2026) pagi.

Sebelumnya Rizal dilaporkan hilang setelah berjuang mengejar perahunya yang hanyut terbawa arus deras saat mencari nafkah di kawasan tambak, Kamis (30/4/2026).

Insiden ini memicu operasi besar-besaran dari Basarnas Balikpapan bersama tim SAR gabungan.

Sejak pagi buta di hari kedua pencarian, suasana penuh harap menyelimuti lokasi operasi.

Tim SAR Gabungan mengawali pencarian dengan briefing pada pukul 07.00 WITA, menyusun strategi penyisiran di area sekitar 2 nautical mile persegi dengan fokus mengikuti arah arus ke hilir.

Hanya selang 50 menit kemudian, kabar duka itu datang.

Komandan Search and Rescue Unit (SRU), Nur Ngalim, S.E., mengemukakan korban ditemukan sekitar pukul 07.50 WITA, sekitar 200 meter dari titik awal kejadian.

“Korban ditemukan ke arah hilir dalam kondisi meninggal dunia, kemudian langsung kami evakuasi dan serahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Penemuan Rizal menandai berakhirnya operasi SAR yang melibatkan kekuatan besar dari Basarnas Balikpapan, TNI AL Marang Kayu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Muara Badak, relawan, nelayan setempat, hingga warga sekitar.

Berbagai armada diterjunkan dalam misi kemanusiaan tersebut, mulai dari rubber boat Basarnas, speed boat TNI AL, perahu BPBD, armada pemadam, hingga perahu nelayan.

Tim juga harus menghadapi medan berat berupa gelombang besar serta ancaman predator liar, termasuk buaya yang menghuni perairan sekitar.

Meskipun penuh risiko, kerja keras tim gabungan akhirnya berhasil membawa Rizal kembali ke keluarganya, meskipun dalam keadaan tak bernyawa.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat atas kerja keras dan dedikasinya selama operasi berlangsung,” tambah Nur Ngalim.

Setelah evakuasi selesai, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel kembali ke kesatuan masing-masing.

Tragedi ini menjadi duka mendalam bagi masyarakat Muara Badak, sekaligus peringatan keras bagi para nelayan untuk lebih waspada terhadap bahaya arus deras, cuaca, dan kondisi perairan saat melaut.

Di balik perjuangan mencari nafkah, keselamatan tetap menjadi hal utama yang tak boleh diabaikan. (Dri)



Pasang Iklan
Top