• Jum'at, 01 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



‎Potret Mudik Di Indonesia. Senin (29/12/2025).(Foto: Dok. Google)


‎SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Menjelang libur akhir tahun, arus mudik masyarakat di Kalimantan Timur diperkirakan kembali meningkat. Warga dari Samarinda, Balikpapan, Bontang, hingga wilayah pedalaman mulai memanfaatkan momen ini untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga.

‎Mudik merupakan agenda masyarakat yang tak luput dari perayaan hari-hari besar, libur panjang hingga libur diakhir tahun. Jutaan masyraakat melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman maupun berlibur ke daerah dan wisata lain di Indonesia. Agar perjalanan berjalan aman dan nyaman, masyarakat diimbau memperhatikan kiat-kiat sebelum melakukan mudik.

‎Perencanaan perjalanan menjadi langkah awal yang penting. Pertama, Pemudik wajib menentukan jadwal keberangkatan sejak jauh hari dan menghindari waktu-waktu puncak arus mudik. Biasanya, kepadatan terjadi di terminal, pelabuhan, serta bandara menjelang akhir pekan dan mendekati pergantian tahun. Dengan memilih waktu keberangkatan yang lebih awal, risiko antrean panjang dapat diminimalkan.

‎Kedua, cek kondisi kendaraan pribadi, jika keberangkatan menggunakan kendaraan pribadi. Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, pengecekan kondisi kendaraan wajib dilakukan sebelum berangkat. Mulai dari mesin, rem, ban, lampu, hingga kelengkapan surat-surat kendaraan perlu dipastikan dalam kondisi baik.

‎Ketiga, penting untuk memperhatikan kondisi kesehatan dan beristirahat. Untuk perjalanan jarak jauh, pengemudi juga wajib untuk beristirahat secara berkala dan tidak memaksakan diri saat lelah demi menghindari kecelakaan di jalan. Pasalnya, keselamatan saat diperjalanan merupakan hal yang paling penting.

‎Keempat, masyarakat yang mudik melalui jalur sungai di Sungai Mahakam dan sekitarnya diminta lebih waspada. Kondisi arus sungai yang bisa berubah, terutama saat curah hujan tinggi, perlu menjadi perhatian. Pemudik diimbau memilih angkutan sungai yang resmi, seperti armada layar yang telah dilabeli khusus oleh Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur. Selain itu, Dishub Kaltim juga telah memastikan armada kapal penumpang telah layak untuk berlayar menghantar para pemudik menuju kampung halaman.

‎Selain itu, faktor cuaca turut menjadi perhatian dalam mudik akhir tahun. Sejumlah wilayah di Kalimantan Timur berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berdasarkan prediksi BMKG dari tanggal 21-31 Desember 2025. Bahwa secara umum, Provinsi Kalimantan Timur diprediksi mengalami curah hujan dengan kategori Menengah (50–150 mm) dan peluang hujan  70 persen lebih.

‎Untuk itu, pemudik diminta rutin memantau informasi cuaca dan perkembangan kondisi jalur yang akan dilalui. Jika cuaca tidak memungkinkan, menunda perjalanan dinilai sebagai pilihan paling aman.

‎Keenam, pemudik disarankan membawa perlengkapan secukupnya. Obat-obatan pribadi, jas hujan, serta makanan dan minuman perlu disiapkan untuk mengantisipasi perjalanan yang lebih lama dari perkiraan. Bagi yang membawa anak-anak atau lansia, kenyamanan dan kesehatan penumpang menjadi hal prioritas yang perlu diperhatikan.

‎Dengan persiapan yang matang dan teliti selama di perjalanan, mudik akhir tahun 2025  di Kaltim dapat berlangsung lancar. Perlu untuk diingat, keselamatan adalah hal yang paling penting. Apalah daya, jika keselamatan tidak menjadi prioritas. (*Abi)



Pasang Iklan
Top