Jembatan Kedaton Agung Tenggarong.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan hingga saat ini belum ada perubahan atau rekayasa lalu lintas yang signifikan di sekitar Jembatan Kedaton Agung Tenggarong.
Seluruh arus kendaraan di ruas jalan sekitar jembatan tersebut masih berjalan normal.
Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kukar, Abror Sungudi mengatakan, kondisi lalu lintas di lapangan masih sesuai dengan pengaturan yang telah ditetapkan sejak awal pengoperasian jembatan.
"Sesuai dengan kondisi di lapangan, tidak ada perubahan sama sekali. Dari seluruh ruas jalan di sekitar Jembatan Kedaton Agung, semuanya berjalan normal dan belum ada rekayasa lalu lintas yang signifikan," ujar Abror, Jumat (26/12/2025).
Ia menjelaskan, petugas Dishub Kukar tetap disiagakan di lapangan untuk mengantisipasi kondisi tertentu, seperti pada jam sibuk di pagi hari, saat musim hujan, maupun situasi lain yang berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas.
"Kami menyiapkan anggota di lapangan untuk mengatur lalu lintas apabila terjadi kondisi tertentu. Rekayasa lalu lintas baru akan diterapkan jika ada kegiatan atau event khusus," tuturnya.
Menurut Abror, rekayasa lalu lintas bersifat situasional, terutama apabila terdapat kegiatan pemerintah daerah yang terpusat di sekitar kawasan Kedaton atau Jembatan Kedaton Agung.
Dalam kondisi tersebut, Dishub Kukar dapat menerapkan pengalihan arus atau sistem satu arah di jembatan.
"Jika ada event tertentu dari pemerintah yang berpusat di sekitar Kedaton atau Jembatan Kedaton Agung, maka bisa saja diterapkan rekayasa, misalnya jembatan diberlakukan satu arah atau arus dialihkan ke jembatan lain," tambahnya.
Abror mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pengguna jalan di wilayah Kota Tenggarong dan sekitarnya, untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas yang telah ditetapkan.
Apalagi dengan tidak difungsikannya lagi jembatan besi lama, pengguna jalan diharapkan mengikuti rambu, marka jalan, serta ketentuan lainnya demi keselamatan dan kelancaran bersama.
"Kami mengimbau agar masyarakat mematuhi rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, dan aturan lainnya. Semua itu bertujuan untuk keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pengendara, Agus, mengaku keberadaan Jembatan Kedaton Agung sangat membantu mobilitas masyarakat.
Menurutnya, jembatan yang lebih lebar serta dilengkapi jalur penyeberangan pejalan kaki membuat arus lalu lintas menjadi lebih nyaman.
"Jembatan ini sangat memudahkan pengendara. Jalannya lebar dan ada penyeberangan khusus pejalan kaki," ucapnya.
Ia berharap ke depan rambu-rambu lalu lintas di sekitar jembatan dapat terus ditambah agar keamanan dan kelancaran arus kendaraan tetap terjaga. (dri)