
Salah satu pembangunan untuk mempercantik kota Tenggarong, Taman Tanjong.(Foto: Ridwan/KutaiRaya)
Oleh : Widha Riduan (Pimred Kutairaya.com)
Ibu Kota Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yakni Tenggarong terus di perindah. Hal ini bukan tanpa sebab, karena Tenggarong yang menjadi pusat pemerintahan kabupaten Kukar juga dinilai sebagai wajah dari Kutai Kartanegara secara keseluruhan.
Terlihat selama 2025, Pemkab Kukar terus memperindah wajah kota. Selain indah untuk dipandang dan banyak pilihan tempat untuk sekedar rekreasi, pastinya juga menjadi daya tarik wisatawan yang berujung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dimulai dari pembangunan sejumlah taman, seperti Taman Musik yang lokasinya berada di Jalan S. Parman tidak jauh dari Taman Tanjong yang masih terus dikerjakan, kemudian juga menuntaskan pembangunan Pasar modern Tangga Arung yang rencananya pada awal Januari 2026 akan difungsikan, dan tak kalah penting pembangunan maupun pelebaran infrastruktur jalan, dan terbaru pembangunan Jembatan Kedaton Agung yang sudah rampung dan kini sudah bisa digunakan masyarakat.
Tentunya, keindahan kota tidak hanya berorientasi pada daya tarik wisata, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan ekosistem yang semakin tertata, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga diproyeksikan ikut berkembang.
Kutai Kartanegara dikenal dengan salah satu daerah dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, namun SDA ini kedepannya tak bisa terbarukan seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, yang pada akhirnya akan habis.
Oleh karena itu, pengembangan sektor lain seperti pariwisata menjadi strategi penting untuk memastikan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan bagi Kutai Kartanegara, salah satunya terus berbenah mempercantik keindahan kota untuk menarik minat wisatawan.
Namun, dari pembangunan yang masif disejumlah lokasi di pusat kota Tenggarong, ada baiknya pembangunan lainnya terutama infrastruktur yang berada di wilayah pinggiran Tenggarong juga harus mendapat perhatian pemerintah daerah. Seperti di Kelurahan Mangkurawang, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Desa Bendang Raya dan lainnya.
Contohnya mayoritas warga yang berada dipinggiran Tenggarong menyoroti kondisi jalan yang masih belum optimal dan mempengaruhi aktivitas harian, termasuk mobilitas kerja, sekolah, dan usaha kecil.
Kemudian beberapa titik kawasan yang masih gelap. Warga juga berharap adanya akses listrik yang stabil untuk menunjang kebutuhan rumah tangga dan lainnya. Ini juga harus mendapat perhatian pemerintah daerah.
Pastinya pembangunan yang telah dilaksanakan di Tenggarong patut diapresiasi, karena pembangunan tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah terhadap penataan kota Tenggarong, dan Tenggarong harus menjadi percontohan atau role model bagi seluruh Kecamatan se Kukar.
Tetapi juga, di daerah pinggiran Tenggarong dan Kecamatan lainnya juga harus mendapat perhatian dalam hal pembangunan.
Terpenting, pembangunan yang sudah dilaksanakan tersebut bisa memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Dan masyarakat juga harus bisa menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun. (Tjk/One)