
Kontingen Squash Kukar di ajang BK Porprov Squash Kaltim 2025 di Samarinda. (Foto: Dok. Squash Kukar)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Kontingen Squash Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil menyumbangkan medali dalam ajang Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2025.
Ajang BK Porprov Squash Kaltim yang rampung pada 14 Desember 2025 lalu di Samarinda ini telah berlangsung lancar, begitupun dari Kontingen Kukar yang ikut serta.
Dari kejuaraan tersebut, Kukar meraih dua medali perak dan tiga medali perunggu. Hasil ini menjadi modal awal yang cukup baik untuk menuju Porprov 2026 mendatang.
Sekretaris Squash Kukar, Rio Faresi menyampaikan, pada BK Porprov kali ini pihaknya menurunkan 10 atlet, yang terdiri dari 8 pemain inti dan 2 atlet cadangan.
"Alhamdulillah, hasil ini menjadi modal awal yang cukup bagus. Dengan raihan dua perak dan tiga perunggu, harapan saya ke depannya prestasi ini bisa meningkat lagi dan kita bisa mempertahankan gelar juara umum seperti Porprov 2022 di Berau," ujar Rio pada Kutairaya.com saat dihubungi, Rabu (24/12/2025).
Pada Porprov 2022 yang digelar di Berau, Kontingen Squash Kukar memang berhasil meraih juara umum, sehingga hasil di BK Porprov kali ini menjadi sinyal untuk mempertahankan juara umum.
Mengenai dukungan pemerintah daerah, ia menjelaskan, saat itu Pemkab Kukar melalui Dispora Kukar tetap memberikan bantuan, meskipun secara bertahap.
"Dukungan tetap ada. Kita dibantu dari segi makanan, transportasi, uang saku, dan kebutuhan lainnya. Walaupun sifatnya bertahap, tapi tetap membantu," jelasnya.
Setelah ajang BK Porprov, saat ini Squash Kukar belum memiliki agenda kejuaraan, tapi fokus tetap tertuju pada Porprov mendatang. Selain itu, Squash Kukar berencana kembali menggelar Kejuaraan Mepal Dinding Series sebagai ajang seleksi dan regenerasi atlet.
"Kejuaraan itu penting untuk regenerasi, sekaligus melihat potensi atlet baru," tambahnya.
Ia juga berharap, pada pemerintah daerah agar dukungan terhadap atlet squash bisa lebih ditingkatkan, terutama menjelang Porprov 2026.
"Harapan kami, bantuan seperti suplemen, peralatan tanding, dan kebutuhan latihan bisa dipenuhi dengan baik agar persiapan atlet berjalan maksimal tanpa kendala," ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, ada beberapa kendala yang berdampak pada atlet, yakni kondisi lapangan.
"Tantangan kami ada di lapangan. Saat ini kondisi lantai gedung squash sudah tidak layak pakai, bahkan ada yang bolong. Ini tentu perlu perhatian agar atlet bisa berlatih dengan aman dan optimal," pungkasnya. (*zar)