Lokasi Pembangunan Pasar Penyangga di Kelurahan Bukit Biru, Tenggarong.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Rencana pembangunan pasar penyangga di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang telah lama diusulkan, akhirnya ditargetkan mulai direalisasikan pada 2026 mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah mengatakan, pembangunan pasar penyangga tersebut merupakan jawaban atas kondisi aktivitas perdagangan di kawasan Aji Masnandai dan Jalan Pesut yang selama ini dinilai mengganggu arus lalu lintas dan berpotensi membahayakan pedagang maupun pembeli.
"Pasar penyangga ini sebenarnya sudah lama kita usulkan. Tujuannya untuk menata pedagang yang selama ini berjualan di Aji Masnandai dan Jalan Pesut agar lebih aman dan tertib," ujarnya, Rabu (24/12/2025).
Menurut Sayid, lokasi pasar penyangga telah disiapkan di Kelurahan Bukit Biru, tepatnya di atas lahan milik pemerintah daerah seluas kurang lebih satu hektare.
Lahan tersebut merupakan aset Disperindag Kukar yang telah dicek dan dinyatakan siap untuk dikembangkan.
"Lahannya sudah ada, statusnya milik pemerintah daerah. Secara lokasi juga strategis dan sudah kami cek," tuturnya.
Namun, lanjut Sayid, meskipun perencanaannya sudah masuk sejak beberapa waktu lalu, realisasi pembangunan sempat tertunda akibat penyesuaian dan efisiensi anggaran.
Disperindag Kukar menargetkan proses pembangunan dimulai pada tahun 2026 secara bertahap.
"Tahun ini kita fokus pada perencanaan. Insyaallah tahun 2026 mulai dilakukan pematangan lahan dan pembangunan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan anggaran," katanya.
Ia menambahkan, pasar yang akan dibangun bersifat pasar penyangga dengan skala kecil, berupa kios-kios atau lapak sederhana.
Konsep ini dipilih agar pedagang tetap terakomodasi tanpa harus berpindah ke pasar utama yang jaraknya relatif jauh.
"Konsepnya pasar penyangga saja, skala kecil. Yang penting pedagang bisa tertampung dan aktivitas jual beli lebih aman," tambahnya.
Sementara itu, Camat Tenggarong,, Sukono, menyebutkan rencana pembangunan pasar penyangga di Bukit Biru memang sudah cukup lama dibahas dan mendapat dukungan dari masyarakat setempat.
"Lahan di RT 07 Kelurahan Bukit Biru seluas satu hektare itu sudah lama disiapkan. Statusnya juga sudah dibebaskan oleh Dinas Pertanahan," ucap Sukono.
Ia menilai lokasi tersebut sangat strategis karena berada di jalur lintas beberapa wilayah, sehingga berpotensi ramai pengunjung dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Warga mendukung karena pasar ini diharapkan bisa menambah penghasilan masyarakat dan menggerakkan perekonomian daerah. Tinggal direalisasikan, mudah-mudahan tahun 2026 bisa mulai dibangun," tuturnya. (dri)