• Jum'at, 01 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Latihan rutin Pushbike Kota Raja Tenggarong di Halaman Parkir Kantor Bupati Kukar.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Mengisi masa tumbuh kembang anak sejak usia dini dengan kegiatan positif menjadi perhatian penting bagi para orang tua. Salah satunya melalui olahraga pushbike, yang kini semakin diminati anak-anak, bahkan sejak usia 2 tahun.

Di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), hadir komunitas Pushbike Kota Raja yang aktif membina dan mengenalkan olahraga ini kepada anak-anak.

Kepala Bidang Humas Pushbike Kota Raja, Ricky Stanley menjelaskan, komunitas Pushbike Kota Raja berdiri sejak tahun 2022. Walaupun secara nama mencakup wilayah di Kukar, hingga saat ini kegiatan masih di Tenggarong.

"Kalau dari namanya memang Kota Raja itu mencakup Kukar, tapi karena komunitasnya baru ada di Tenggarong, jadi kegiatan kita fokus di Tenggarong saja," ujar Ricky pada Kutairaya.com di Tenggarong, Rabu (24/12/2025).

Sejak berdiri, perkembangan Pushbike di Tenggarong dinilai cukup pesat. Minat anak-anak terhadap olahraga ini terus meningkat dari tahun ke tahun, seiring dengan sering hadir event pushbike, baik di daerah maupun nasional.

"Dari 2022 sampai sekarang perkembangannya cukup naik. Dulu event setahun mungkin cuma satu atau dua kali, sekarang hampir setiap bulan ada event di berbagai daerah di Indonesia," ucapnya.

Pushbike sendiri banyak diminati anak-anak dari usia 2 hingga 4 tahun, secara umum kategori usia diperbolehkan dari usia 2 hingga maksimal 8 tahun.

Menurutnya, olahraga ini menjadi tempat perkenalan olahraga sebelum mereka masuk ke cabang olahraga lain.

"Rata-rata yang ikut itu anak umur 2, 3, sampai 4 tahun. Ini jadi kegiatan positif untuk mereka, mengenalkan olahraga sejak dini," tambahnya.

Untuk antusias, Pushbike Kota Raja pernah memiliki sekitar 90 hingga 100 anak yang berpartisipasi, tapi jumlah tersebut terus berubah karena adanya regenerasi, di mana anak yang sudah melewati batas usia perlombaan akan berhenti dan digantikan yang baru.

Sistem latihannya yang diterapkan pun disesuaikan dengan usia anak. Program latihan hampir sama seperti cabor lain, seperti latihan fisik dan kemampuan dasar, tapi porsinya dikurangi.

"Kalau anak umur 2 tahun, kita lebih banyak biarkan mereka bermain di lintasan. Tujuannya supaya mereka mengenal dulu olahraga itu sendiri," katanya.

Latihan rutin dilaksanakan tiga kali dalam seminggu. Saat ini, lokasi latihan sementara berada di area parkiran Hotel Fatma Tenggarong, sementara lapangan resmi yang memiliki izin berada di area parkir Kantor Bupati Kukar.

"Kalau untuk tantangan, kita harus ekstra sabar. Tantangannya itu lebih ke mengarahkan anak-anak. Untuk usia 2 sampai 4 tahun, karena itu peran orang tua sangat besar," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menerangksn, Pushbike saat ini masih dalam tahap pengembangan secara organisasi. Pushbike kini berada di bawah naungan KORMI melalui Asosiasi Pushbike Indonesia (ASPINA).

Anak-anak binaan Pushbike Kota Raja cukup aktif mengikuti berbagai event terbuka di luar daerah, seperti di Bali dan Yogyakarta, bahkan ada yang pernah mengikuti ajang internasional ke Malaysia.

"Event pushbike biasanya open, jadi seluruh Indonesia bisa ikut. Anak-anak kita cukup sering ikut ke luar daerah," sebutnya.

Untuk itu, pihaknya menargetkan agar dapat terus mengembangkan potensi anak-anak dan berharap bisa mengirimkan atlet ke ajang besar seperti Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS), ataupun tingkat internasional.

"Mudah-mudahan ke depan anak-anak dari Pushbike Kota Raja bisa ikut seleksi FORNAS dan tampil di ajang yang lebih besar," tutupnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top