• Jum'at, 01 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Peresmian Jembatan Kedaton Agung Tenggarong.(Andri wahyudi/kutairaya)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Prosesi Tepung Tawar dan pelepasan burung dara menandai peresmian Jembatan Kedaton Agung Tenggarong, Selasa (23/12/2025) sore.

Jembatan penyeberangan tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Kukar H Rendi Solihin, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura H Aji Muhammad Arifin, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menjelaskan, Jembatan Kedaton Agung merupakan jembatan pengganti jembatan besi lama yang berada di lokasi tersebut.

Awalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar berencana melakukan renovasi jembatan besi.

Namun setelah berkonsultasi dengan Sultan Kutai Kartanegara serta para pemerhati budaya dan adat istiadat, akhirnya diputuskan jembatan besi tersebut sebagai warisan cagar budaya yang tidak dapat diubah.

"Karena itu posisinya kita geser dan kita bangun jembatan baru di sini. Harapan kita, jembatan besi lama nantinya hanya digunakan untuk pejalan kaki dan pesepeda," ujar Aulia.

Ia menambahkan, demi menjamin keselamatan pengguna, fondasi jembatan besi lama akan diperkuat karena kondisi besi bagian bawah sudah mulai keropos.

Setelah diresmikan, Jembatan Kedaton Agung langsung dapat digunakan oleh masyarakat.

Keberadaan jembatan baru ini juga diharapkan dapat menunjang akses menuju Pasar Tangga Arung yang baru dibangun.

Pasar tersebut memiliki 703 kios dengan konsep pasar modern semi mal.

"Dengan adanya akses jembatan ini, tentu akan mempermudah masyarakat untuk datang ke pasar yang baru," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Linda Juniarti menjelaskan, jembatan ini dilengkapi dengan fasilitas trotoar dan jalur pedestrian yang dilindungi reling (pagar pembatas)

Lebar jembatan mencapai 14 meter, ditambah trotoar masing-masing satu meter di sisi kiri dan kanan, sehingga total lebar dengan bangunan pelengkap mencapai 16 meter.

"Lebarnya memang melebihi standar jembatan pada umumnya. Ini dirancang untuk memecah arus kemacetan karena bisa dilalui dua arah, berbeda dengan jembatan besi lama yang hanya satu arah,"ucap Linda.

Untuk bentang jembatan, bentang tengah memiliki panjang 20 meter, dengan total panjang keseluruhan sekitar 35 meter.

Setelah diresmikan, jembatan langsung dibuka untuk umum, meskipun masih ada perbaikan pipa PDAM di salah satu sisi sehingga pembukaan dilakukan bertahap.

Terkait daya dukung, Linda mengatakan, standar jalan kabupaten adalah 8 ton.

Namun, jembatan ini dirancang agar mampu menahan beban lebih dari itu.

"Truk bisa melintas. Pembangunan jembatan ini juga dipersiapkan sebagai penunjang akses menuju jembatan Sebulu ke depan," tuturnya. (dri)



Pasang Iklan
Top