Kondisi Wahana Waterboom di Pulau Kumal.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Pembangunan wahana waterboom di kawasan wisata Pulau Kumala, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), hingga kini belum selesai sepenuhnya.
Kondisi ini menjadi perhatian DPRD Kukar karena waterboom dinilai memiliki peran penting dalam menghidupkan kembali sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Ketua Komisi II DPRD Kukar, Eko Wulandanu, mengemukakan, pembangunan waterboom masih menyisakan sejumlah pekerjaan dan belum terealisasi 100 persen akibat keterbatasan anggaran.
"Waterboom ini memang belum selesai. Pembangunannya belum rampung secara menyeluruh. Padahal, kalau sudah rampung, Pulau Kumala bisa kembali hidup dan menarik lebih banyak wisatawan," ujar Eko, Senin (22/12/2025).
Ia menegaskan, ketidakselesaian pembangunan membuat potensi ekonomi dari destinasi wisata tersebut belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Menurutnya, keramaian wisata menjadi faktor utama penggerak ekonomi masyarakat.
"Kalau tempat wisatanya belum siap, tentu pengunjung juga terbatas. Dampaknya, ekonomi masyarakat di sekitar juga belum bergerak optimal," katanya.
Eko berharap pemerintah daerah dapat memprioritaskan kelanjutan pembangunan waterboom pada tahun anggaran mendatang.
Ia juga menilai kebijakan efisiensi anggaran seharusnya tidak menghambat proyek strategis yang berdampak luas bagi masyarakat.
"Kami akan melihat kembali alokasi anggaran ke depan. Yang penting, pembangunan yang betul-betul bisa mengangkat ekonomi masyarakat harus diprioritaskan," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, M. Ridha Fatranta, mengakui pembangunan waterboom Pulau Kumala pada tahun ini memang belum tuntas dan masih memerlukan pekerjaan lanjutan.
"Untuk tahap yang berjalan tahun ini, masih ada beberapa pekerjaan yang belum selesai, seperti penataan landscape, pemasangan pagar pembatas, dan fasilitas pendukung lainnya," ujar Ridha.
Ia menambahkan, rencana kelanjutan pembangunan akan diusulkan kembali pada tahun depan, meskipun masih menunggu pembahasan anggaran dan penyesuaian kebijakan.
"Mudah-mudahan tahun depan bisa dilanjutkan. Saat ini masih dalam proses pembahasan, sehingga waterboom memang belum bisa difungsikan secara optimal," ujarnya. (dri)