BK Porprov Kaltim di Kukar.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Keterbatasan peralatan latihan menjadi tantangan utama cabang olahraga (cabor) dayung Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 yang direncanakan digelar di Kabupaten Paser.
Pelatih cabor dayung Kukar, Lusdiansyah, mengemukakan, minimnya sarana latihan berdampak langsung pada optimalisasi persiapan atlet.
Padahal, capaian prestasi atlet dayung Kukar pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov sebelumnya terbilang cukup membanggakan.
"Pada BK Porprov kemarin, atlet dayung Kukar berhasil meraih 5 medali emas, 4 perak, dan 9 perunggu. Namun, capaian tersebut diraih dengan kondisi peralatan yang sangat terbatas," ujarnya, Sabtu (20/12/2025).
Ia menjelaskan, cabor dayung merupakan cabang olahraga yang sangat bergantung pada ketersediaan peralatan, seperti kayak, kano, dan stand up paddle (SUP), terutama untuk nomor-nomor baru yang dipertandingkan.
Saat ini, peralatan yang tersedia harus digunakan secara bergantian oleh sekitar 50 atlet.
"Idealnya waktu latihan di air bisa mencapai 3 sampai 4 jam. Namun karena keterbatasan alat, latihan efektif hanya satu hingga dua jam," ujar Lusdiansyah.
Menurutnya, kondisi ini berpengaruh terhadap pembinaan atlet serta pencapaian target prestasi ke depan.
Padahal, Kukar memiliki sumber daya manusia yang mumpuni, baik dari sisi kepelatihan maupun atlet, termasuk pelatih berpengalaman di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), hingga atlet tingkat nasional.
"Kami optimistis bisa meningkatkan perolehan medali. Jika peralatan memadai, bukan tidak mungkin Kukar mampu bersaing di papan atas Porprov 2026," katanya.
Maka itu, ia berharap adanya dukungan lebih dari pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, khususnya dalam pemenuhan sarana dan prasarana cabor dayung.
Dalam waktu dekat, pengurus cabor dayung Kukar juga akan mengusulkan kebutuhan peralatan melalui forum ekspos bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
"Tidak harus peralatan mahal atau impor. Yang terpenting memenuhi standar dan mampu menunjang latihan secara maksimal. Target kami minimal bisa meningkatkan raihan medali emas di Porprov 2026," ucapnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kukar, Chairil Anwar, menyampaikan persiapan menghadapi Porprov 2026 dilakukan secara bertahap melalui koordinasi lintas pihak.
Koordinasi ini melibatkan DPRD Kukar, Dispora, serta seluruh cabang olahraga yang akan berlaga.
"Kami sudah melakukan pertemuan dengan Ketua DPRD Kukar dan mendapatkan respons positif. Dalam pertemuan itu, kami menyampaikan gambaran persiapan Porprov, termasuk kebutuhan atlet dan ofisial, akomodasi, konsumsi, hingga peralatan pertandingan," ujar Chairil.
Ia menegaskan, KONI Kukar berkomitmen untuk terus mengawal proses persiapan agar seluruh cabor dapat tampil optimal dan mengharumkan nama Kukar pada Porprov Kaltim 2026. (dri)