
Komoditas cabai.(Foto: Dok. Pinterest)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Jelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), sejumlah pedagang Pasar Mangkurawang mengalami penurunan tingkat penjualan.
Hal itu dibuktikan dengan beberapa komoditas sayuran yang membusuk sehingga harus dibuang ke tempat sampah.
Tentunya, kondisi ini membuat para pedagang merugi.
Salah seorang pedagang sayuran, Nia Juliana mengatakan, belakangan ini sering membuang komoditas cabai.
Itu artinya tingkat penjualan yang menurun dari sebelumnya.
"Penurunan pembeli ini dirasakan sejak awal Desember 2025. Sepi pembeli ini membuat komoditas cepat membusuk dan dibuang hingga 30 kg," kata Nia kepada Kutairaya, Sabtu (20/12/2025).
Ia mengaku, penurunan penjualan ini bisa mencapai 50 persen.
Sebelumnya, pedagang bisa menghabiskan komoditas cabai hingga 100 kg setiap harinya, namun saat ini hanya 50 kg yang terjual.
Sementara harga cabai saat ini mencapai Rp 60 ribu per kilogram.
"Penjualan ini melayani partai dan eceran dan menjelang nataru malah sepi," tuturnya.
Kondisi sepi pembeli ini membuat cemas para pedagang, khususnya bagi pedagang yang memiliki produk yang tak bertahan lama, seperti sayuran dan lainnya.
Terlebih komoditas yang diperoleh itu juga mengalami kenaikan harga.
"Harga pengambilan sebagian komoditas naik, tapi tingkat penjualan mengalami penurunan. Ini berpotensi mengalami kerugian," ucapnya.
Menurutnya, jika penjualan ini ramai, maka itu dipengaruhi oleh ekonomi daerah yang berjalan dengan baik.
Penurunan penjualan ini membuktikan perputaran ekonomi di Kukar belum berjalan baik.
Dia berharap, ekonomi di Kukar bisa berjalan dengan baik.
Karena ini sangat berpengaruh terhadap tingkat penjualan bagi para pedagang.
Sementara itu, pedagang sayur keliling Sutrisno menuturkan, hampir setiap hari belanja barang dagangan di Pasar Mangkurawang.
Karena sejumlah komoditas di Pasar Mangkurawang lebih murah.
"Memang belakangan ini tingkat pembelian komoditas di Pasar Mangkurawang mengalami penurunan. Saya belanja sesuai dengan kebutuhan konsumen atau masyarakat," ujar Sutrisno.
Ia menjelaskan, dalam sehari biasanya bisa membeli cabai 7-10 kg, tapi saat ini hanya 5 kg.
Jika membeli produk terlalu berlebihan maka berpotensi menimbulkan risiko. (Ary)