
Kepala BPBD Kota Samarinda, Sudarso saat di wawancadai awak media. Jumat(19/12/2025).(Foto: Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai memperketat kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Desember 2025. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda bakal siapkan langkah antisipatif, menyusul pra perkiraan peningkatan intensitas hujan di wilayah ibu kota Kaltim tersebut.
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso mengatakan, perhatian utama tertuju pada rentang 21 hingga 30 Desember 2025. Pada periode itu, potensi hujan lebat diperkirakan meningkat dan dapat berdampak pada kondisi lingkungan perkotaan yang rawan genangan dan longsor.
“Informasi dari BMKG menunjukkan curah hujan harian bisa berada di kisaran 75 sampai 100 milimeter. Ini tentu harus kita antisipasi bersama,” kata Suwarso, Jum
Sebagai langkah awal, BPBD telah menggelar apel kesiapsiagaan beberapa waktu lalu, sekaligus melakukan pengecekan sarana dan prasarana kebencanaan. Posko siaga juga disiapkan untuk memastikan respons cepat jika terjadi kondisi darurat di lapangan.
Tidak hanya aparat, BPBD turut melibatkan relawan kebencanaan dan Forum Pengurangan Risiko Bencana yang tergabung dalam skema pentahelix. Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk mempercepat penanganan pada tahap awal kejadian.
“Kami juga memperkuat kelurahan tangguh bencana dengan perlengkapan dasar, agar penanganan awal bisa dilakukan lebih cepat jika terjadi banjir atau longsor di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap perubahan cuaca. Kepala Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, menyebut dinamika atmosfer saat ini cukup aktif dan dapat berubah dalam waktu singkat.
“Informasi cuaca tidak bisa ditentukan jauh hari. Karena itu kami memantau perkembangannya secara berkala, minimal setiap sepuluh hari,” jelas Riza.
BMKG juga mendorong warga memanfaatkan aplikasi Info BMKG sebagai sumber informasi resmi. Masyarakat dapat memantau prakiraan hujan, gempa bumi, hingga informasi kelautan dan penerbangan.
“Harapannya masyarakat lebih mandiri dan siap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi,” harapnya. (*Abi)