
Sekda Kukar Sunggono.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat.
Kendati demikian, kesiapan daerah, khususnya dari sisi penyediaan bahan pangan dan infrastruktur pendukung, menjadi perhatian utama.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono mengatakan, program MBG akan berjalan melalui Sistem Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang didukung dapur-dapur produksi makanan bergizi.
Menurutnya, program tersebut berpotensi memberikan dampak besar, tidak hanya bagi anak-anak sekolah, tetapi juga bagi perekonomian masyarakat.
“Program ini tidak hanya menyasar pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga akan menggerakkan ekonomi lokal. Kebutuhan bahan pangan, seperti beras, telur, ikan, ayam, daging, dan sayuran akan meningkat setiap hari,” ujar Sunggono, Kamis (18/12/2025).
Ia menegaskan, apabila daerah tidak menyiapkan diri sejak awal, lonjakan kebutuhan bahan pangan dapat menjadi tantangan serius.
Sehingga pemerintah daerah mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat, khususnya kelompok tani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha pangan lokal.
“Ini peluang besar bagi masyarakat, terutama kelompok tani dan pelaku usaha pangan. Mereka bisa berkolaborasi untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG. Jika dikelola dengan baik, program ini bisa menjadi pengungkit ekonomi daerah,” ujarnya.
Sunggono menambahkan, selama ini pemenuhan gizi masih banyak dilakukan secara mandiri oleh rumah tangga.
Penerapan MBG secara serentak ini diperlukan sistem yang terorganisasi dan berkelanjutan agar kebutuhan gizi anak-anak sekolah dapat terpenuhi secara optimal.
“Ke depan, semuanya harus disiapkan secara matang, mulai dari rantai pasok, produksi, hingga distribusi. Ini bukan pekerjaan kecil, tetapi manfaatnya akan sangat besar,” katanya.
Sementara itu, Camat Tenggarong, Sukono menyatakan pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan Program MBG di wilayahnya.
Ia menyampaikan saat ini sejumlah dapur SPPG telah beroperasi di Kecamatan Tenggarong.
“Beberapa dapur SPPG sudah berjalan, di antaranya di Jalan Panjaitan, Bogenvil, Kelurahan Baru, Loa Ipuh, dan Sukarame,” ucap Sukono.
Ia berharap ke depan seluruh sekolah di Tenggarong dapat terakomodasi dalam program MBG sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh para pelajar.
“Harapan kami, program ini benar-benar memberikan dampak positif bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak, sekaligus membantu perekonomian masyarakat sekitar,” ucapnya. (Dri)