
Ketua KONI Kukar Charil Anwar.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Ketersediaan anggaran menjadi fokus utama dalam persiapan Kontingen Kutai Kartanegara (Kukar) menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kabupaten Paser.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar mengusulkan kebutuhan dana lebih dari Rp 100 miliar untuk mendukung keikutsertaan atlet dan cabang olahraga (cabor).
Ketua KONI Kukar, Chairil Anwar mengatakan, usulan anggaran tersebut mencakup seluruh kebutuhan kontingen, mulai dari pembinaan, pemusatan latihan, akomodasi, konsumsi, hingga bonus atlet.
“Secara kumulatif, proposal yang kami ajukan lebih dari Rp 100 miliar. Itu sudah termasuk semua kebutuhan, baik untuk persiapan maupun saat pelaksanaan Porprov,” ujar Chairil kepada KutaiRaya.com, Kamis (18/12/2025).
Menurutnya, besaran anggaran tersebut masih bersifat dinamis dan akan disesuaikan dengan hasil ekspos kesiapan cabor yang saat ini tengah berlangsung.
Hingga kini, sekitar 54 cabor telah terdata, dengan potensi bertambah seiring penerimaan anggota baru dalam rapat kerja KONI Kukar.
“Sekarang kami masih menghimpun data. Dari ekspos ini baru bisa diketahui jumlah atlet, ofisial, serta kebutuhan riil tiap cabor, termasuk alat tanding. Dari situ anggaran akan dikalkulasikan ulang,” tuturnya.
Chairil mengakui, kondisi keuangan daerah menjadi tantangan tersendiri.
Maka itu, KONI Kukar mendorong penerapan skala prioritas, terutama bagi cabor-cabor yang memiliki peluang besar meraih medali.
“Kami berharap kebutuhan alat tanding untuk cabor potensial peraih emas, perak, dan perunggu bisa dipenuhi terlebih dahulu. Jika anggaran masih kurang, tentu akan kami komunikasikan kembali,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni menegaskan, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung keikutsertaan Kukar pada Porprov 2026, khususnya untuk pembiayaan sarana dan prasarana olahraga.
“Anggaran untuk mengikuti Porprov dan pengadaan sarana-prasarana berada di Dispora. KONI mengusulkan, sementara pengelolaan pembiayaan ada di kami,” ujar Aji Ali.
Ia menyebutkan, besaran anggaran final masih menunggu hasil akhir Babak Kualifikasi (BK) Porprov serta kepastian jumlah atlet dan ofisial yang akan diberangkatkan.
Selanjutnya, kebutuhan tersebut akan disesuaikan dengan pagu anggaran yang tersedia.
“Kami berharap anggaran yang dialokasikan mencukupi. Namun jika belum, tentu akan kami laporkan kembali kepada pimpinan daerah untuk mendapatkan kebijakan lanjutan,” ujarnya.
Ali juga menanggapi isu penundaan pelaksanaan Porprov ke awal 2027 akibat keterbatasan anggaran di sejumlah daerah.
Menurutnya, penundaan justru dapat menjadi waktu tambahan untuk mematangkan persiapan sekaligus mengefisienkan pembiayaan.
“Yang terpenting, atlet tetap difasilitasi. Kami meminta atlet fokus berlatih, sementara persoalan anggaran dan teknis akan kami upayakan semaksimal mungkin,” ucapnya.
Terpisah, Pelatih Cabor Dayung Kukar, Lusdiansyah Joe mengemukakan, pada BK Porprov sebelumnya, atlet dayung Kukar berhasil meraih 5 medali emas, 4 perak, dan 9 perunggu.
Namun capaian tersebut diraih di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.
“Minimnya peralatan sangat memengaruhi optimalisasi latihan. Meski demikian, kami tetap mampu berprestasi,” katanya.
Ia optimistis perolehan medali dapat ditingkatkan apabila kebutuhan peralatan dapat dipenuhi.
Ia berharap dukungan pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi, lebih difokuskan pada pemenuhan sarana dan prasarana cabor dayung.
“Dengan peralatan yang memadai, bukan tidak mungkin Kukar bisa bersaing di peringkat teratas,” tuturnya. (Dri)