• Jum'at, 01 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Petugas saat mengevakuasi jasad korban yang ditemukan membusuk di dalam sebuah pondok di Jalan Poros Tenggarong Kota Bangun, KM 25, Kelurahan Loa Ipuh Darat.(Dok.Polres Kukar)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Warga Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas yang kondisinya telah membusuk kering, bahkan sebagian anggota tubuhnya sudah menjadi tulang belulang.

Mayat tersebut ditemukan pada Kamis, 4 Desember 2025, sekitar pukul 16.00 WITA, di dalam sebuah pondok di Jalan Poros Tenggarong Kota Bangun, KM 25, Kelurahan Loa Ipuh Darat.

KA SPKT Polres Kukar, IPTU Munasir menjelaskan, penemuan ini bermula saat saksi bernama Hardi (48), seorang petani/pekebun, berniat mengantar makanan ke pondok yang selama ini ditempati oleh korban yang hanya dikenal dengan panggilan Heri.

Saat tiba di lokasi, Hardi melihat pintu pondok dalam keadaan terbuka dan kelambu terlihat menjuntai keluar. Merasa ada yang tidak beres, Hardi tidak melanjutkan niatnya, melainkan kembali dan memanggil rekannya, Sarwani.

"Selanjutnya, Hardi menghubungi Ketua RT 05 Kelurahan Loa Ipuh Darat, yang kemudian meneruskan laporan kepada Bhabinkamtibmas Loa Ipuh Darat," ujar IPTU Munasir Jumat (5/12/2025).

Kemudian bersama-sama mereka mendatangi pondok tersebut, dan mereka menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan tubuh yang sudah membusuk kering. Setelah penemuan ini, mereka segera melaporkannya kepada Polres Kukar.

Tim gabungan dari Pamapta III, Piket Reskrim, Piket Sabhara, dan Unit Inafis Polres Kukar segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Hasil pemeriksaan sementara oleh tim Inafis menunjukkan, bahwa korban diduga sudah meninggal dunia dalam waktu yang cukup lama, dilihat dari kondisi tubuhnya yang telah mengalami pembusukan kering.

Selain itu, ada terdeteksi adanya gigitan binatang liar, terbukti dari pakaian korban yang robek tercabik-cabik serta hilangnya beberapa bagian tubuh seperti organ dalam, pergelangan kaki, dan pergelangan tangan.

Korban diketahui sudah menempati pondok milik saksi bernama Sutopo Gasief (57) selama kurang lebih enam tahun dan bekerja mengambil getah karet. Menurut keterangan para saksi, korban memang sering sakit-sakitan dan mengalami pembengkakan pada tubuhnya.

"Tidak ada yang mengetahui nama sebenarnya mayat tersebut, hanya panggilannya Heri, termasuk juga tidak diketahui asal usulnya, dan pada saat itu korban langsung dibawa ke RSUD A.M Parikesit Tenggarong Seberang," pungkasnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top