
Devan Febra Ananta, Fighter yang akan bertanding di Warzone World Championship 2025 Malaysia.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Bupati Kukar Aulia Rahman Basri lepas atlet asal Kutai Kartanegara, Devan Febra Ananta, yang akan tampil di ajang Warzone World Championship 2025 di Malaysia pada 5-7 Desember 2025, di rumah jabatan Bupati Kukar, Rabu (3/12/2025).
Devan, putra daerah dari Kelurahan Loa Tebu, menjadi salah satu wakil Indonesia yang akan bertarung di kompetisi internasional tersebut, selain Devan terdapat satu fighter asal Kecamatan Anggana yang ikut berjuang membela Indonesia atas nama Ferdianto Al Huda.
Dalam sesi pelepasan, ia menyampaikan terkait persiapan menuju kejuaraan sudah sangat matang.
"Alhamdulillah persiapan sudah 100 persen. Sekarang tinggal menjaga berat badan, timbang badan, dan saya siap fight habis-habisan demi Indonesia," ujar Devan sapaan akrabnya di Pendopo Bupati Kukar, Rabu (3/12/2025).
Ia yakin dan optimisnya menjelang pertandingan pertamanya di panggung dunia.
"Optimis, yakin 100 persen, ini cita-cita saya. International fight pertama saya, jadi saya bakal all in di sini," tegasnya.
Menariknya, perjalanan Devan di dunia combat dimulai bukan karena ajakan teman, melainkan murni keinginan pribadi untuk berubah dari berat badannya yang dulu mencapai 110 kg. Dan ia mengaku, sudah memulai latihan sejak tahun 2019, saat masih duduk dibangku kelas 1 SMA di usia 16 tahun.
"Dulu saya obesitas, dari 110 kg turun ke 75 kg. Saat itu pelatih saya, Coach Yudi, menawari saya untuk ikut pertandingan pertama di 2019. Saya ikut, dan alhamdulillah sampai sekarang masih ada rezekinya di pertandingan," imbuhnya.
Sejak itu, dunia combat menjadi jalan hidupnya. Tanpa dorongan siapa pun, ia mantap membangun karier dari nol.
"Memang dari diri sendiri, karena dulu obesitas, jadi ingin merubah diri," imbuhnya.
Selama enam tahun berkarier, ia telah menjalani pola latihan yang konsisten. Jika tidak ada jadwal bertanding, ia fokus menjaga kondisi dan fisik. Namun bila mendekati turnamen, pola latihannya berubah lebih intens.
"Tiga bulan sebelum pertandingan, saya persiapan khusus: teknik, fisik, dan penurunan berat badan," ucapnya.
Ia juga menyebutkan, bahwa Islam Makhachev, petarung UFC, sebagai sosok panutan dalam dunia bela diri.
Sebagai informasi, dalam ajang Warzone World Championship 2025, Indonesia mengirimkan dua atlet. Rombongan yang berangkat terdiri dari lima orang, satu pelatih, satu asisten pelatih, satu ofisial, serta dua atlet, termasuk Devan. Satu atlet lainnya adalah Ferdianto Alhuda, asal Anggana, yang berhalangan hadir pada acara pelepasan.
"Targetnya datang untuk menang. Datang ke Malaysia untuk menang demi Indonesia," katanya.
Sementara itu, Kadispora Kukar Ali Aji Husni menambahkan, untuk Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah mendukung penuh untuk keberangkatan atlet asal Kukar ini.
"Pemerintah daerah pasti mendukung penuh dengan keberangkatan atlet, insya Allah kita juga akan menyelenggarakan nonton bareng di simpang Kartanegara yang akan nanti difasilitasi oleh pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, dan kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kukar, khususnya kota Tenggarong, para pencinta olahraga khususnya muaythai, mari kita sama-sama menonton bagaimana kekuatan dari atlet Kukar," pungkasnya. (*zar)