
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Taufik Jamaah (Andri wahyudi/kutairaya).
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyebut Desa Karang Tunggal di Kecamatan Tenggarong Seberang sebagai salah satu sentra unggulan pengembangan ubi rambat lokal.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Taufik Jamaah menjelaskan, 3 varietas ubi rambat dari desa tersebut telah didaftarkan ke Kementerian Pertanian (Kementan) dan mendapat rekomendasi sebagai benih sumber, yang artinya dapat digunakan secara resmi untuk pengembangan di berbagai wilayah.
"Tiga varietasnya adalah oranye, ungu, dan putih. Semuanya telah terdaftar dan mendapat persetujuan sebagai benih sumber. Ini capaian penting karena kualitas benihnya telah terstandar," ujar Taufik.
Ia mengemukakan, Distanak Kukar mendistribusikan bantuan sarana produksi dan benih dalam bentuk stek ke sejumlah kecamatan.
Baru-baru ini, penyaluran dilakukan ke Kecamatan Marangkayu untuk tiga lokasi pengembangan.
Berdasarkan data Distanak, pengembangan ubi rambat di Kukar telah tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Tenggarong Seberang, Tenggarong, Loa Kulu, Loa Janan, Kota Bangun, Muara Kaman, Anggana, hingga Muara Badak.
Total luas panen mencapai sekitar 100 hektare.
"Konversi hasil per hektare bervariasi, namun tren pengembangannya terus meningkat. Dengan adanya benih sumber dari Karang Tunggal, pengembangan ubi rambat di Kukar dapat lebih terarah," tuturnya.
Taufik mengapresiasi kelompok tani di Karang Tunggal yang tidak hanya memproduksi umbi untuk pasar, tetapi juga menghasilkan stek bibit dalam jumlah besar.
Bahkan, kelompok tani Surya Mandiri telah memenuhi pesanan stek dari Dinas Pertanian Provinsi Kaltim, mencapai total 60.000 batang, dengan harga kesepakatan Rp 300 per batang.
"Ini menunjukkan bahwa petani kita bukan hanya memproduksi hasil panen, tetapi juga sudah masuk ke usaha perbenihan," tambahnya.
Dengan status benih sumber dan meningkatnya permintaan, ubi rambat Karang Tunggal diproyeksikan menjadi komoditas strategis dalam penguatan ketahanan pangan Kukar. (dri)