
Kantor PT. Tunggang Parangan Perseroda.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): PT Tunggang Parangan (Perseroda) telah melaksanakan sejumlah program kerja untuk tahun 2025.
Salah satu programnya adalah layanan pandu tunda kapal. Direktur Utama PT Tunggang Parangan, Awang Mohammad Luthfi mengatakan, sebagian program 2025 merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah berjalan pada 2024.
"Program itu biasanya disusun satu tahun sebelumnya. RKP (Rencana Kerja Perusahaan) 2025 disusun pada akhir 2024, dan sebagian besar merupakan kelanjutan dari program yang sudah berjalan," tuturnya, Selasa (2/12/2025).
Menurut Luthfi, kegiatan utama perusahaan masih didominasi layanan di sektor perairan, terutama pemanduan dan penundaan kapal di wilayah Tenggarong, Kota Bangun, serta beberapa titik lainnya.
Saat ini.sekitar 80 persen sumber pendapatan perusahaan berasal dari aktivitas perairan.
"Yang konstan itu pemanduan, misalnya di Jembatan Kutai Kartanegara. Kemudian layanan tunda kapal di Tenggarong dan Kota Bangun, serta pengurusan perizinan seperti RKBM dan TKBM," ujarnya.
Kendati demikian, ada beberapa program yang tidak berjalan pada tahun ini akibat mundurnya sejumlah proyek pemerintah.
"Contohnya program pemanduan di Jembatan Sebulu, semuanya tidak berjalan karena proyeknya mundur ke 2026," katanya.
Selain itu, adapula program lain yang terhambat karena faktor regulasi, seperti layanan pengumuman tengah laut yang belum dapat beroperasi karena tarif resmi dari pemerintah pusat belum diterbitkan.
Luthfi menegaskan, kinerja layanan pemanduan dan penundaan sejauh ini berjalan lancar.
Ia sekaligus meluruskan kabar yang menyebut tarif layanan tersebut mencapai Rp 3 juta.
"Tarif resmi pemanduan itu dari negara. Untuk layanan di jembatan, tarifnya hanya sekitar Rp 1.900.000 per pelayanan. Dari tarif itu, perusahaan hanya mendapat sekitar 10–20 persen karena sistemnya bagi hasil," ujarnya.
Dalam satu bulan, jumlah layanan perusahaan bervariasi berdasarkan lalu lintas kapal pengangkut batu bara.
Layanan di Tenggarong mencapai 800 hingga 1.000 kegiatan per bulan, sedangkan di kawasan lain antara 300 hingga 500 layanan. (dri)