
Pelaksanaan Rembug Stunting Desa Muara Badak Ulu.(DPMD Kukar)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Upaya Pemerintah Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dalam menekan angka stunting menunjukkan hasil menggembirakan. Data terbaru mencatat penurunan signifikan dari lebih dari 60 kasus pada awal tahun menjadi sekitar 20 kasus pada akhir 2025.
Kepala Desa Muara Badak Ulu, Ruslan Efendi, mengatakan bahwa stunting merupakan persoalan kompleks yang tidak hanya berkaitan dengan faktor ekonomi. Oleh karena itu, desa terus melakukan pendekatan menyeluruh dengan memperhatikan pola pengasuhan, edukasi gizi, serta perilaku hidup bersih dan sehat.
"Bukan semata soal kemampuan ekonomi, tetapi sering kali orang tua kurang memberikan perhatian penuh karena kesibukan. Edukasi menjadi penting untuk membuka wawasan mereka," ungkapnya, Kamis (27/11/2025).
Sebagai langkah pencegahan, Pemdes Muara Badak Ulu gencar mengadakan sosialisasi mengenai pemenuhan gizi seimbang dan pentingnya pemeriksaan tumbuh kembang anak di posyandu. Kegiatan penimbangan serentak yang dilakukan pada November hingga Desember menjadi salah satu instrumen penting dalam memperbarui data kesehatan balita.
Melalui kegiatan tersebut, para kader posyandu dapat menemukan balita yang berisiko mengalami gizi buruk secara lebih cepat. Selanjutnya, anak-anak tersebut akan mendapatkan pendampingan melalui pemberian makanan tambahan (PMT), pemeriksaan kesehatan, serta pemantauan rutin oleh tenaga kesehatan desa.
Ruslan menegaskan bahwa desanya juga memperkuat pelayanan posyandu dengan menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar.
"Target kami jelas angka stunting harus turun hingga nol. Meski kini sudah menurun drastis, intervensi tetap harus berjalan karena kelahiran baru terus terjadi," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemdes Muara Badak Ulu dalam menjalankan program penurunan stunting. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa desa mampu memainkan peran strategis dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
"Kami berharap desa terus mempertahankan capaian ini dan terus meningkatkan layanan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat," ujarnya.
Arianto juga mendorong desa-desa lain di Kukar untuk mengadopsi langkah serupa sebagai upaya bersama mewujudkan generasi yang sehat dan bebas stunting. (dri)