
Gerakan Pangan Murah di Tenggarong.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digagas Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendapatkan perhatian dan antusiasme masyarakat.
Sepanjang tahun 2025, GPM menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memastikan warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama saat harga pangan berpotensi naik.
Analis Ketahanan Pangan Disketapang Kukar, Sudiro mengatakan, GPM telah digelar di berbagai titik yang mudah dijangkau masyarakat, seperti Creative Park, Halaman Kantor Bupati, hingga beberapa kecamatan.
"Kami memilih lokasi-lokasi yang dekat dengan masyarakat agar mereka mudah mendapatkan komoditas pangan murah," katanya, Selasa (25/11/2025).
Menurut Sudiro, setidaknya sudah ada 7 pelaksanaan GPM di pusat kota serta 5 kali di kecamatan, yaitu Kembang Janggut, Kota Bangun, Muara Jawa, Marangkayu, dan Sebulu.
Antusiasme warga cukup tinggi di setiap lokasi, terutama pada komoditas yang harganya sering melonjak, seperti beras, minyak goreng, cabai, dan bawang merah.
Ia menambahkan, pelaksanaan GPM masih berpeluang digelar sekali lagi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), karena periode tersebut biasanya terjadi kenaikan harga pangan.
Namun keputusan final menunggu kepastian anggaran.
"Kami ingin masyarakat tetap terbantu, tetapi di sisi lain anggaran daerah jelang akhir tahun juga harus diperhitungkan,"ujarnya.
Sudiro menegaskan, GPM memang dirancang sebagai penyeimbang harga, agar masyarakat tidak terbebani jika harga kebutuhan pokok naik terlalu tajam.
"GPM itu bukan untuk dilaksanakan terus-menerus. Kalau harga pangan stabil dan di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi), maka GPM belum diperlukan. Kami juga harus menjaga agar pedagang lokal tidak dirugikan," katanya.
Pelaku usaha yang terlibat dalam GPM meliputi kelompok tani, pedagang, UMKM, BUMDes, hingga Perusda.
Kehadiran mereka turut membantu menyediakan berbagai pilihan pangan bagi masyarakat.
Di kecamatan, keterlibatan pelaku usaha masih terbatas, namun Disketapang berkomitmen untuk memperluas keberagaman produk agar warga dapat lebih leluasa memilih kebutuhan mereka.
Sementara itu, salah seorang warga Tenggarong, Yusmiati, mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM.
"Harga-harga di Gerakan Pangan Murah jauh lebih terjangkau. Ini sangat membantu kami, terutama saat harga di pasar sedang naik," ucapnya. (dri)