• Jum'at, 01 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Suasana UKW di Hotel Royal Victoria.(Panpel UKW Kutim)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Dengan membawa tas yang berisi laptop, lembar kerja, hingga pakaian ganti, 2 orang wartawan asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bergegas menuju kota Sangatta Kabupaten Kutai Timur, untuk mengikuti pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Dua peserta UKW itu bernama Achmad Rizki Panaringan yang bekerja sebagai jurnalis di media online Kutairaya.com dan Supriyadha di Kaltimtoday.co.

Perjalanannya dimulai pada Sabtu (15/11/2025) sore hari.

Namun perjalanan menuju kota tambang itu tak semulus yang dibayangkan, sering kali kendaraan sepeda motor yang ditunggangi menabrak lubang yang dalam, sehingga membuat isi perut terguncang.

"Waduh nabrak lubang lagi, maaf ki (Rizki) saya tidak melihat lubang itu karena di belakang mobil," ujar Supriyadha setelah menabrak lubang di jalan.

Perjalanan yang gelap itu membuat pengendara untuk lebih berhati-hati, agar tak menabrak lubang kembali.

Namun mereka hanya bisa pasrah, karena belum hafal medan, sehingga 2 peserta UKW asal Kukar itu menabrak lubang hingga sekitar 5 kali.

Di tengah perjalanan menuju Sangatta, mereka juga memiliki secuil rasa waswas, terhadap pelaksanaan UKW yang berlangsung pada 18-19 November 2025 kemarin.

Tapi pelaksanaan UKW itu harus dilakoni mereka untuk membuktikan keduanya sebagai jurnalis yang profesional.

Memerlukan waktu sekitar 7 jam dan beristirahat dua kali untuk mencari kuliner dan masjid, akhirnya 2 jurnalis Kukar itu tiba di Guest House Ajelima, Jalan Pendidikan sekitar pukul 23.00 WITA.

Waktu yang cukup lama dalam perjalanan itu, membuat keduanya lelah dan segera membersihkan diri untuk beristirahat.

Singkat cerita, sebelum pelaksanaan UKW, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Timur dan panita melaksanakan pra UKW kepada seluruh peserta, Senin (17/11/2025) dan dilanjutkan dengan kunjungan ke perusahaan tambang batu bara milik PT. Kaltim Prima Coal (KPC)

Pra UKW ini sengaja dilaksanakan untuk memantapkan peserta yang akan mengikuti UKW itu.

Sehingga UKW yang digelar itu melahirkan jurnalis-jurnalis yang kompeten, profesional dan menaati Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan tugasnya.

Memasuki pelaksanaan UKW yang berlangsung di Hotel Royal Victoria Sangatta, suasana tegang hampir dirasakan seluruh peserta.

Ada 3 penguji dari Bandung, di antaranya, Refa Riana, Wawan Djuwarna dan Uyun Achadiat.

Sedangkan 4 penguji lainnya dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur yakni, Abdurrahman Amin, Wiwid Marhaendra, Achmad Shahab, Felanan.

Di tengah ketegangan peserta, satu per satu materi uji berhasil dilalui dengan baik.

Meskipun setiap penguji memiliki karakter yang berbeda-beda. Khusus penguji Wawan Djuwarna, ia memiliki karakter yang sabar dan santai.

Para pesertanya dibuat nyaman, sehingga peserta tak gugup dalam menjalankan ujian tersebut.

Di hari pertama, peserta di bawah pengawasan Wawan Djuwarna mampu menyelesaikan 7 materi atau mata uji dari 11 mata uji.

Swdangkan 4 mata uji lainnya diselesaikan di hari kedua pelaksanaan UKW.

Itu bagian dari detik-detik menegangkan, pasalnya 1 mata uji yang tak mencapai nilai standar 70, maka peserta itu belum layak dinyatakan kompeten.

Dari 37 peserta yang mendaftar, namun ada sekitar 31 peserta yang hadir dan itu dinyatakan kompeten.

Hal ini mendapatkan apresiasi dari penguji, karena pelaksanaan UKW di Sangatta 100 persen kompeten.

Peserta UKW itu terdiri dari berbagai daerah, di antaranya Sangatta, Bontang, Kukar dan Palopo dan terbagi dalam UKW tingkat Muda, Madya dan Utama.

Melalui UKW, para jurnalis dinilai layak dan kompeten dalam menjalankan profesinya.

Penguji juga menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang telah berjuang dan mengikuti UKW itu.

Atas perolehan hasil tersebut, jangan berbangga hati dan jumawa dulu.

Pada dasarnya, profesi jurnalis.ini sifatnya dinamis, banyak hal baru ditemukan di lapangan sehingga harus terus belajar.

Usai dinyatakan kompeten, seluruh peserta bisa bercanda tawa lepas meskipun baru mengenal selama 3 hari.

Setiap peserta menceritakan kisahnya saat UKW, baik itu ketegangan, sering buang air kecil hingga ketika menghubungi narasumber, tapi tidak direspons oleh yang bersangkutan. (ary)



Pasang Iklan
Top