• Selasa, 20 Januari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Kutai Kartanegara



Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda.(Andri wahyudi/kutairaya)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan arah pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) untuk tahun 2026.

Meskipun belum memasuki tahap finalisasi, sejumlah konsep awal mulai dirumuskan agar aktivitas kreatif di Kukar dapat terus berjalan di tengah kemungkinan efisiensi anggaran.

Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda mengemukakan, pihaknya tetap optimistis terhadap perkembangan ekraf tahun depan.

Ia berharap potensi rasionalisasi anggaran tidak memberikan dampak signifikan terhadap ruang berkarya para pelaku ekonomi kreatif.

"Kami berharap tidak ada hambatan besar. Tapi kalau bicara peluang anggaran, bisa saja ada rasionalisasi lagi di 2026," ujarnya.

Menurut Zikri, sektor ekraf di Kukar tahun depan akan bertumpu pada 3 lokasi utama yang akan menjadi pusat kegiatan.

Simpang Odah Etam tetap menjadi titik tradisi dan ruang tampil generasi muda, sementara Pujasera dan Taman Tanjong akan dibangun dengan konsep lebih spesifik.

"Tiga lokasi ini akan menjadi poros pergerakan ekraf kami,"katanya.

Untuk Taman Tanjong, Dispar Kukar menyiapkan konsep hiburan modern yang digemari masyarakat.

Zikri menyebut lokasi ini akan menjadi wadah bagi pertunjukan kreatif mulai stand-up comedy, aksi atraktif, hingga pertunjukan sulap.

"Taman Tanjong kami arahkan ke konsep hiburan modern. Masyarakat bisa memilih tontonan yang mereka inginkan," tuturnya.

Pujasera akan difokuskan pada pertunjukan musik dari berbagai genre, dari rock, pop, hingga dangdut.

Semua akan difasilitasi agar penonton memiliki banyak pilihan hiburan.

"Identitas genre di setiap lokasi akan dibuat jelas. Jadi mau lihat anak band dengan beragam genre, datang ke Pujasera," tambah Zikri.

Dispar Kukar juga menyatakan keberpihakannya kepada pelaku seni lokal.

Semua penampil, kata Zikri, akan mendapatkan honor resmi dari pemerintah sebagai bentuk penghargaan terhadap karya mereka.

"Kami pastikan semua penampil dibayar. Itu prinsip kami," ucapnya.

Proses pendaftaran untuk tampil tetap akan dibuka gratis. Para pelaku seni hanya perlu mengikuti alur administrasi sebelum pembayaran melalui mekanisme SPJ.

"Mereka tampil dulu, lalu proses pembayaran dilakukan sesuai aturan pemerintah. Mekanismenya sudah dipahami para pelaku seni," tuturnya.

Dengan konsep yang lebih terarah, Dispar Kukar berharap ekosistem ekonomi kreatif 2026 dapat lebih hidup dan inklusif.

Pengembangan 3 titik utama dinilai mampu memperluas ruang ekspresi sekaligus meningkatkan interaksi pelaku kreatif dengan masyarakat. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top