• Jum'at, 01 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pasar Sementara di Lapangan Pemuda Tenggarong.(Andri wahyudi/kutairaya)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Rencana pemindahan ratusan pedagang dari pasar sementara di Lapangan Pemuda menuju Pasar Tenggarong yang baru terus menjadi perhatian para pelaku usaha.

Para pedagang berharap relokasi dapat dilakukan secepatnya, mengingat kondisi pasar sementara dinilai kurang representatif dan tidak lagi mampu menunjang aktivitas ekonomi mereka.

Salah seorang pedagang aksesoris, Fauzi, yang telah berjualan sejak tahun 1997, mengaku informasi mengenai jadwal pemindahan masih simpang siur.

Ia berharap proses relokasi dapat dipercepat agar para pedagang kembali beraktivitas di lokasi yang lebih layak.

"Dengar-dengar katanya bulan Desember, tapi belum ada kepastian. Pedagang ingin cepat pindah karena di sini sudah tidak bisa bertahan lagi. Harapan kami, relokasi segera dilakukan karena Pasar Tenggarong itu lebih strategis dan layak," ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Menurut Fauzi, para pedagang juga telah mendapatkan penjelasan tentang penataan petak di pasar yang baru.

Jenis usaha, seperti aksesoris, konter, jam, dan warung akan ditempatkan di lantai atas.

Sedangkan lantai bawah diperuntukkan bagi pedagang konveksi dan perlengkapan pakaian lainnya.

"Sudah ada pembagian zona. Kami pedagang aksesoris diarahkan ke lantai atas, sementara konveksi di bawah. Yang penting kami bisa segera pindah dan kembali ramai dikunjungi pembeli," tambahnya.

Ia menyebutkan total pedagang yang masuk daftar relokasi mencapai lebih dari 700 pedagang, termasuk pedagang dari Mangkurawang.

Para pedagang berharap relokasi ke Pasar Tenggarong nantinya dapat meningkatkan pengunjung dan kembali menggerakkan roda ekonomi.

Lokasinya yang berada di pusat kota dinilai lebih strategis dibanding pasar sementara di Lapangan Pemuda.

"Di sini pembeli jauh berkurang, tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kalau di pasar baru lebih ramai karena dekat permukiman dan pusat aktivitas warga," ujar Fauzi.

Para pedagang kini menantikan kepastian dari pemerintah agar proses relokasi dapat segera terlaksana dan aktivitas perdagangan kembali berjalan lebih baik.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar), H. Anwari Fitrakh, memastikan rangkaian persiapan relokasi sudah memasuki tahap akhir.

Seluruh proses penataan dilakukan bertahap selama November 2025."Pada minggu pertama November kami memastikan jumlah pedagang yang akan menempati petak pasar sebanyak 703 pedagang. Data nama, identitas, dan jenis dagangannya sudah diverifikasi," jelas Anwari.

Pada minggu kedua, pihaknya menyelesaikan rencana teknis, pembagian nomor petak, dan penyusunan dokumen kontrak pedagang.

Petak akan disesuaikan dengan jenis usaha masing-masing agar penataan lebih tertib.

Kemudian pada minggu ketiga, Disperindag melakukan sosialisasi terkait mekanisme pengundian nomor petak.

Berbeda dengan sebelumnya, pengundian kini dilakukan secara elektronik bekerja sama dengan Diskominfo Kukar.

"Sosialisasi sudah dilakukan, dan Diskominfo siap membantu proses pengundian secara digital. Simulasi pembagian nomor petak juga sudah dilaksanakan di minggu keempat November," kata Anwari.

Terkait jadwal pasti pemindahan, Anwari menegaskan Disperindag masih menunggu serah terima bangunan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU).

"Perpindahan pedagang baru dapat dilakukan setelah Dinas PU menyerahkan bangunan kepada kami. Informasi terakhir, penyelesaian pekerjaan ditargetkan pada akhir Desember, sekitar tanggal 27–28 Desember," tuturnya.

Anwari menambahkan, setelah serah terima dilakukan, Disperindag siap menjalankan proses relokasi sesuai daftar pedagang yang telah ditetapkan. (dri)



Pasang Iklan
Top