
Suasana dan cuaca mendung pasca hujan di Jalan Suryanata, Kota Samarinda. Sabtu (15/11/2025).(Foto: Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Intensitas hujan di Kalimantan Timur diperkirakan meningkat signifikan dalam periode 11-20 November 2025. BMKG Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda sebut wilayah Kaltim masuki fase musim basah, ditandai dengan curah hujan yang lebih sering dan berpotensi tinggi.
Berdasarkan laporan prakiraan cuaca, sebagian besar wilayah Kaltim kini berada pada kategori curah hujan menengah atau 50–150 milimeter dengan peluang hujan di atas 70 persen. Di sisi lain, sejumlah wilayah tercatat berpotensi mengalami curah hujan yang jauh lebih intens, berada pada kisaran 150–300 milimeter.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor menyebutkan, terdapat lima wilayah yang menjadi fokus perhatian akan mengalami curah hujan tinggi. Diantaranya yakni Kutai Barat bagian utara, Kutai Kartanegara bagian utara, Kutai Timur bagian barat, Berau bagian barat, serta Mahakam Ulu bagian selatan.
"Wilayah-wilayah ini diprakirakan memiliki peluang hujan berkisar antara 60 hingga 90 persen," ujar Riza, Sabtu (15/11/2025).
Ia mengungkapkan, bahwa BMKG turut menyoroti sifat hujan yang berada pada kategori atas normal, yakni 116–200 persen, sehingga peluang terjadinya curah hujan akan lebih besar dari rata-rata tahunannya.
"Ini mengindikasikan bahwa jumlah curah hujan yang turun selama periode ini akan lebih banyak dari rata-rata normalnya, memperkuat kewaspadaan terhadap potensi banjir" jelas Riza.
Riza menilai, meski mayoritas wilayah diperkirakan menghadapi curah hujan tinggi, terdapat pengecualian pada beberapa area seperti Mahakam Ulu bagian utara dan sebagian Kutai Timur yang berada pada kategori Normal (85–115 persen).
Selain itu, durasi hari tanpa hujan (HTH) di Kaltim tercatat sangat pendek, antara 1–10 hari. Meskipun wilayah Teluk Bayur Kabupaten Berau memiliki durasi terpanjang yakni delapan hari.
Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan akan terjadi lebih sering di hampir seluruh wilayah Kaltim. Dengan meningkatnya risiko yang menyertai kondisi cuaca, BMKG mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi potensi banjir dan tanah longsor.
Ia menegaskan, bahwa pihanya akan memastikan pemantauan cuaca akan terus diperbarui dan mengimvau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi agar dapat mengantisipasi potensi dampak hidrometeorologi di kemudian hari mendatang.
"Kami imbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor di wilayah-wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan tinggi diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan," pungkasnya. (*Abi)