
Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim Salehuddin S.Sos,S.Fil,M.AP, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper).(Foto: Ridwan/KutaiRaya)
KUKAR, (KutaiRaya.com) : Sekretaris Komisi I DPRD provinsi Kaltim Salehuddin S.Sos,S.Fil,M.AP, kembali melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) yang dilakukan bersama oleh DPRD Kaltim dan Pemerintah Daerah.
Kegiatan Soper ke 11 ini, Salehuddin memberikan pemahaman terkait Peraturan Daerah (Perda) No. 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dengan membawa narasumber Wakil Ketua NU Kabupaten Kukar Roji’in, berlangsung di aula Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kukar, Sabtu (15/11/2025).
Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Pemdes dan anggota BPD Desa Loa Janan Ulu, beberapa Ketua RT, tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK dan pemuda.
Salehuddin mengatakan, bahwa Perda ini kami yang menginisiasi di DPRD Kaltim. Tujuannya adalah bagaimana mengingatkan kembali kepada kita semua tentang nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
"Kenapa penting pendidikan Pancasila ini, karena kita melihat saat ini mulai luntur nilai-nilai kebangsaan kita. Kita tahu, Desa Loa Janan Ulu ini heterogen. Ada berbagai suku, berbagai bahasa, bahkan agama. Tetapi dengan budaya yang berbeda ini menjadi satu kesatuan, " ungkapnya.
Oleh sebab itu lanjut politisi Golkar ini, pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan ini penting untuk disosialisasikan kepada seluruh masyarakat.
"Sesuai dengan tugas dan fungsi kami selaku anggota DPRD Kaltim, selain sosialisasi Perda kami juga menghimbau kepada masyarakat khususnya Kukar, bagaimana dalam kehidupan sehari-hari kita bisa melaksanakan nilai-nilai Pancasila walaupun mungkin sebagian besar sudah kita laksanakan, " tuturnya.
Ia menambahkan, bahawa Perda ini kita sosialisasikan hanya ingin mengingatkan kembali bahwa ada tanggung jawab kita sebagai pribadi, sebagai masyarakat maupun sebagai orang yang ditokohkan untuk bagaimana meneguhkan kembali nilai-nilai kebangsaan kita.
“Perda ini diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat karakter bangsa, meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, serta membina kerukunan dan toleransi di Kalimantan Timur, dan Kukar khususnya," tandasnya. (One/Adv)