• Selasa, 21 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Kutai Kartanegara



Penyerahan Bantuan Tandon Kepada Masyarakat di Kecamatan Bangun.(Disperkim Kukar)

TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus melanjutkan berbagai program strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di sektor penyediaan air bersih, penataan permukiman, hingga relokasi warga terdampak bencana.

Seluruh langkah ini menjadi bagian penting dari realisasi 17 program prioritas Kukar Idaman Terbaik yang dipimpin Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin.

Plt Kepala Dinas Perkim Kukar, M. Aidil mengatakan, kondisi layanan air bersih di Kukar saat ini telah menunjukkan perkembangan positif.

Meski demikian, pemerataan tetap menjadi fokus utama, terutama bagi wilayah pedesaan dan permukiman padat yang masih membutuhkan peningkatan pelayanan.

"Kami berkomitmen untuk memastikan masyarakat, khususnya di desa-desa, memperoleh akses air bersih yang memadai. Hal ini terus kami dorong sebagai bagian dari tugas pokok kami," katanya, Kamis (14/11/2025).

Aidil mengatakan, untuk tahun 2026, Perkim Kukar telah menyusun prioritas kerja yang menitikberatkan pada dua sektor utama, yakni optimalisasi layanan air bersih desa dan penataan permukiman kumuh.

Penetapan wilayah sasaran telah dilakukan berdasarkan pemetaan kondisi lapangan serta kebutuhan masyarakat di setiap kecamatan.

Program tersebut, menurutnya, tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga mencerminkan komitmen Pemkab Kukar untuk menghadirkan lingkungan permukiman yang layak, sehat, dan berkelanjutan.

"Kami menjalankan amanat visi Kukar Idaman Terbaik. Masyarakat harus mendapatkan tempat tinggal yang layak dan lingkungan yang mendukung kehidupan yang sehat," tutur Aidil.

Selain itu, Perkim Kukar juga fokus dalam penanganan relokasi warga terdampak bencana.

Sebanyak 97 unit rumah relokasi telah diprogramkan pada tahun depan bagi korban longsor dari Desa Muai (Kenohan) dan Desa Teluk Dalam (Tenggarong Seberang).

Relokasi ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan warga yang sebelumnya tinggal di lokasi rawan.

Warga terdampak di Purwajaya dan Loh Sumber juga segera mendapatkan bantuan pembangunan kembali rumah, setelah proses verifikasi terpenuhi.

Hal ini menjadi wujud kepedulian pemerintah dalam memberikan kepastian hunian bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Tak hanya relokasi, program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga menjadi salah satu capaian penting Perkim Kukar.

Hingga saat ini, sekitar 1.100 unit rumah RTLH telah berhasil dibangun dan dimanfaatkan oleh masyarakat di berbagai kecamatan.

Program ini terbukti memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas tempat tinggal warga.

"RTLH merupakan program yang sangat dirasakan manfaatnya. Banyak warga yang kini dapat tinggal lebih nyaman dan aman," ujar Aidil.

Pada tahun 2026, Perkim Kukar akan memperkuat pelaksanaan RTLH dengan melibatkan peran pemerintah desa agar proses pembangunan bisa lebih cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Dukungan penuh juga datang dari Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, yang menegaskan bahwa pembangunan permukiman dan layanan dasar adalah bagian inti dari visi pembangunan daerah.

"Air bersih, rumah layak huni, dan lingkungan yang tertata adalah kebutuhan dasar. Itu bagian penting dari 17 program prioritas Kukar Idaman, dan harus dirasakan seluruh masyarakat," ujar Aulia.

Melalui serangkaian program tersebut, Pemerintah Kabupaten Kukar optimistis kualitas hidup warga akan terus meningkat.

Sinergi antara Dinas Perkim, pemerintah desa, dan partisipasi masyarakat menjadi kunci terwujudnya Kukar yang inovatif, daya saing, dan mandiri. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top