
Muhammad Hasdam Abdillah pada saat POPNAS.(Dok: Gulat Kukar)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Kerja keras dan semangat menjadi kunci sukses bagi Muhammad Hasdam Abdillah, seorang pemuda asal Tenggarong, Kukar, Kalimantan Timur.
Hasdam sapaan akrabnya saat ini sudah berusia 17 tahun, yang merupakan siswa SMA Negeri 2 Tenggarong yang kini sudah meraih banyak prestasi, baik di tingkat daerah maupun nasional melalui cabor Gulat, salah satu prestasi terbarunya meraih medali emas di ajang POPNAS yang rampung pada 1-10 November 2025 lalu.
"Untuk perasaan saat meraih emas pasti terharu dan bangga karena ini ajang pertama dan terakhir di POPNAS, dan juga bisa memberikan yang terbaik untuk Kaltim juga, " ujar Hasdam pada Kutairaya.com melalui via telepon, Kamis (13/11/2025).
Hasdam yang kini tinggal di Jalan Imam Bonjol, Gang 2, No. 60, RT 02, Kelurahan Melayu, Tenggarong mengatakan, sudah mulai menekuni Gulat sejak tahun 2021 yang berawal dari rasa tertarik pada cabor Gulat.
"Saya suka olahraga yang ada unsur fightnya, termasuk Gulat karena juga membuat badan kita jadi sehat, awalnya saya tertarik dan saya mendapatkan dukungan penuh oleh orang tua, jadi pada 2021 hingga sekarang, saya tekuni olahraga ini," ucapnya.
Ia menceritakan, sedikit persiapan keras dan panjang sehingga dapat meraih prestasi yang membanggakan.
"Kalau persiapan, saya sudah latihan dari mulai 2021, terus berlatih dan berlatih, terus mencari pengalaman juga di event-event yang ada, di pertandingan-pertandingan. Saya mengikuti pertandingan-pertandingan yang ada, baik di dalam Kaltim ataupun diluar. Saya sudah mengalami kekalahan dan kemenangan, saya selalu mengevaluasi setiap pertandingan yang saya ikuti. Dan Alhamdulillah hasilnya yang saya dapatkan sekarang ini, " paparnya.
Pada babak final, dirinya harus bertemu dengan lawan yang tangguh asal Jawa Timur, ia menerangkan, dibabak pertama dirinya sudah tertinggal 5 poin.
"Di Gulat itu kalau sudah 5-0, hal yang mustahil untuk menang. Tapi dibabak kedua saya habis-habisan, saya kerahkan semua tenaga saya karena POPNAS ini merupakan POPNAS pertama dan terakhir saya. Jadi saya kerahkan seluruh apa yang saya punya sehingga alhamdulillah saya bisa mengembalikan keadaan dan menang dengan skor 8-5, " tuturnya.
Dukungan orang tua menjadi kunci awal yang membentuk mental dan semangatnya, selain itu ia juga mendapat banyak bimbingan dan pembinaann dari pelatih, rekan sesama atlet, hingga KONI Kukar dan KONI Kaltim.
"Yang paling berpengaruh ya orang tua, lalu pelatih, pengurus pengcab, dan teman-teman seperjuangan, mereka semua jadi bagian dari perjalanan saya sampai sekarang," tambahnya
Perjalanan Hasdam didunia Gulat bukanlah hal yangh mudah, walaupun begitu, pencapaian yang dinginkan waktu awal terjun ke dunia Gulat kini bisa dicapai. Ia menyebutkan, hingga saat ini dirinya telah mengoleksi lebih dari 10 medali dari berbagai kejuaraan daerah hingga Nasional.
Tak hanya POPNAS, dirinya juga sempat memperkuat Kontingen Kaltim dalam ajang PON Bela Diri 2025 di Kudus, namun diajang tersebut belum mendapatkan hasil, walaupun begitu ajang tersebut menjadikannya motivasi ataupun evaluasi sehingga ia berhasil membuat bangga tempat asalnya yaitu Kukar.
Prestasi anak muda ini selain di ajang POPNAS , dirinya pernah mewakili Kalimantan Timur untuk mengikuti ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) di NTB pada 30-31 Juli 2025 dengan perolehan medali perak untuk Kaltim.
"Waktu Fornas, Saya mewakili Kaltim untuk cabor benjang, benjang itu olahraga tradisional dari gulat, jadi gulat dan benjang ini hampir sama, " tuturnya.
"Untuk awal baru masuk Gulat itu memang berat, terutama fisik. Gulat itu butuh tenaga ekstra dibanding cabang olahraga lain, tapi karena komitmen Saya untuk menjadi atlet yang berprestasi dan unggul, saya terus berusaha , hingga saat ini, " paparnya.
Setelah ajang POPNAS berakhir, dirinya tengah bersiap untuk menghadapi BK Porprov 2025 untuk bisa mengambil tiket menuju Porprov 2025.
"Yang paling penting itu disiplin dan jangan lupa berdoa, minta restu orang tua wajib, Saya pernah terasa lelah, ingin menyerah dan sebagainya, bukan hanya saya saja si, melainkan atlet lainnya, tapi ingat benar benar tujuan awal kita, kenapa kita ada disini, itu yang bikin saya bertahan hingga saat ini," katanya.
Ia juga berpesan kepada anak muda Kukar saat ini untuk tak takut mencoba.
"Menjadi kesatria itu nggak mudah, tapi kalau terus berjuang, pasti ada hasilnya, jngan banyak motivasi, tapi lakukan dengan konsisten," imbuhnya.
Terakhir, tak lupa Hasdam menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya hingga sejauh ini.
"Terima kasih untuk orang tua, para pelatih, teman-teman dan semua yang sudah mendoakan serta mendukung saya, tanpa mereka saya bukan siapa-siapa," sebutnya.
Sementara itu, Kadispora Kukar Aji Ali Husni, memberikan apresiasi tinggi kepada atlet atlet Kukar yang tampil di ajang POPNAS dan meraih emas.
"Pastinya saya ucapkan selamat kepada atlet tersebut, hal ini membuktikan bahwa atlet-atlet dari Kukar sangat lah berpotensi dan berkualitas diajang Nasional, kami berharap prestasi di POPNAS tahun lalu ini bisa diukir kembali sejarah yang ada di pekan olahraga pelajar nasional," tutupnya. (*zar)