
Peserta Sekolah Pemberdayaan Rakyat.(Peserta SPR Lisnawati)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan manfaat kepada peserta. Pasalnya, mereka diberikan kuliah umum di sektor pertanian, peternakan hingga perikanan.
Salah seorang peserta SPR sektor pertanian asal Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, Lisnawati mengatakan, sekolah ini sangat luar biasa.
Banyak ilmu atau pengetahuan diperoleh dari sekolah tersebut, termasuk dalam pengelolaan sektor pertanian.
"Kami di sini dibekali ilmu terkait dengan pertanian, baik dari proses pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga pemasaran hasil pertanian," kata Lisnawati kepada Kutairaya, Selasa (11/11/2025).
Ia mengaku, selama ini dalam melakukan penanaman tanpa bekal ilmu yang mendalam, hanya sekadar menanam dan pasrah terhadap hasil pertanian itu.
"Kami sangat bersyukur bisa mengikuti SPR ini dan ilmu yang diperoleh akan diterapkan di ladang pertanian masing masing," ujarnya.
Ia mengemukakan, SPR ini mendatangkan dosen dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Sekolah ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Desa Sepakat, bagi sektor pertanian dan perikanan.
Sedangkan bagi sektor peternakan, sekolah itu dilaksanakan di Kecamatan Muara Badak.
Di sana peserta juga mendapatkan kuliah umum untuk ketiga bidang tersebut.
"Kami terima kasih telah digelar SPR ini di Kukar. Dan yakin dengan adanya sekolah ini, dapat memajukan sektor pertanian, perikanan dan peternakan dengan baik, efektif, efisien dan tepat," tuturnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik mengatakan, kegiatan ini merupakan program Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) yang meliputi 3 subsektor, di antaranya, pertanian, perikanan dan peternakan.
Program ini diikuti dari beberapa kecamatan, yaitu Kecamatan Loa Kulu, Tenggarong Seberang dan Muara Badak.
"Ada 27 peserta yang mengikuti kegiatan SPR ini. Program ini tentunya sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Kukar, khususnya percepatan pembangunan pertanian dalam arti luas," ujar Taufik.
"SPR ini dilaksanakan sejak Mei-November 2025," katanya.
Sekolah Pemberdayaan Rakyat ini dilakukan oleh Yayasan Karya Bhakti Bumi Indonesia (YKBBI), mulai dari rekrutmen hingga ujian.
Pemerintah daerah ini sifatnya memfasilitasi atau mendukung terhadap anggaran pendidikan itu.
"Untuk lokasinya nanti ada di Loa Kulu berbasis padi sawah dan peternakan di Muara Badak. Karena Muara Badak ini salah satu sentra peternakan di Kukar," ucap Taufik.
Proses pembelajaran itu langsung terjun ke lapangan untuk mengamati terhadap pengembangan sektor pertanian dan peternakan.
Mereka nantinya didampingi oleh tenaga ahli atau narasumber yang kompeten di bidangnya.
"Selama ini sekolah tersebut telah berjalan dengan baik dan para peserta sangat antusias," ucapnya.
Hal ini membuktikan masyarakat Kukar memiliki semangat untuk mewujudkan ketahanan pangan di Kukar. (ary)