• Selasa, 09 Desember 2025
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Gambar Nyamuk.(Alodokter)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Supriyadi mengimbau masyarakat untuk terus melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin dan serentak guna mencegah meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kukar.

Menurut Supriyadi, PSN merupakan cara paling efektif untuk menekan populasi nyamuk Aedes Aegypti, penyebab utama penularan DBD.

Ia menekankan kegiatan ini harus dilakukan bersama-sama oleh seluruh warga.

"Pemberantasan sarang nyamuk tidak bisa dilakukan hanya oleh satu atau dua warga saja. Harus dilakukan serentak agar efektif. Kalau hanya sebagian yang membersihkan, maka risiko penyebaran nyamuk tetap tinggi," ujarnya, Sabtu (8/11/2025).

Ia menambahkan, Dinkes Kukar saat ini juga tengah menyiapkan program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J).

Program ini menugaskan setiap rumah memiliki satu petugas pemantau jentik nyamuk yang akan memantau kebersihan lingkungan dan keberadaan jentik.

"Kami sedang menunggu instruksi resmi dari Bupati Kukar untuk menjalankan program G1R1J ini. Nantinya, setiap rumah wajib memiliki satu jumantik. Targetnya, angka bebas jentik di setiap wilayah bisa mencapai 90 hingga 95 persen," tutur Supriyadi.

Selain itu, Supriyadi mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala demam yang mengarah pada DBD.

Ia menegaskan, banyak kasus DBD berujung fatal karena keterlambatan penanganan.

"Jangan mengobati sendiri jika mengalami demam tinggi. Segera periksa ke Puskesmas atau rumah sakit agar bisa dipastikan apakah itu DBD atau bukan. Sebagian besar kasus kematian DBD terjadi karena pasien terlambat mendapatkan penanganan medis," tuturnya.

Supriyadi berharap, upaya pencegahan aktif dari masyarakat dan dukungan program dari pemerintah daerah, kasus DBD di Kukar dapat terus ditekan dan tidak menimbulkan korban jiwa. (dri)



Pasang Iklan
Top