• Sabtu, 07 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



‎Ilustrasi Sungai Mahakam yang menjadi jantung jalur ekonomi perairan di Kaltim. Jumat (07/11/2025).(Foto:Abi/KutaiRaya)


‎SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Guna atasi banjir dan persoalan pelayaran, Gubernur Provinsi Kalimantan Timur H. Rudy Masud sebut pengerukan Sungai Mahakam jadi solusi utama.

‎Gubernur Kaltim mengungkapkan, pendangkalan yang terjadi di beberapa titik membuat Mahakam begitu memprihatinkan. Pengurangan kedalaman Sungai, terjadi akibat endapan lumpur dari hulu sungai menuju hilir.

‎"Beberapa titik, kedalaman hanya 3 meter-an saja. Padahal kapal tongkang membutuhkan kedalaman 4,8 meter,"ucap Gubernur Kaltim.

‎Menurutnya, jika hal ini tidak dilakukan tindakan cepat, kedangkalan akan semakin parah dan kapal akan mengalami kesulitan untuk melintas.

Sebagai nadi kehidupan warga Kaltim, Mahakam sudah seharusnya menjadi Sungai yang mampu mengakomodir kebutuhan publik. Selain logistik, batubara, bahan bakar serta komponen ekonomi lainnya yang membutuhkan jalur laut, haruslah berstatus lancar tanpa hambatan.

‎Salah satu efek dari pendangkalan kata Rudi, maraknya banjir yang terjadi di Kota Samarinda.

‎"Banjir di Samarinda tidak hanya karena curah hujan, tetap juga karena sungainya dangkal. Selagi Sungai masih dangkal, pasang air laut tinggi dan hujan deras, Samarinda akan terus banjir," tegasnya.

Disisi lain, persoalan ini juga merambah pada sektor pelayaran. Kerap kali, kapal tongkang pertambangan dan logistik ekonomi mengalami mandek dan kandas akibat kedalaman sungai yang dangkal. Akibatnya, tidak hanya menghambat perdagangan, tetapi juga kerugian ekonomi yang cukup besar bagi daerah.

‎"Pemprov Kaltim sudah mengidentifikasi beberapa titik yang kritis di Sungai Mahakam, tentu ini menjadi hal yang urgen," ungkapnya.

‎Diantara titik tersebut ialah, kawasan Anggana, Kutai Lama, Kawasan Muara Segah, Muara Nibung serta di Handil, Kutai Kartanegara. Untuk itu, dirinya menginginkan proses pengerukan dapat langsung dikerjakan secara menyeluruh. Pasalnya, dirinya meyakini jika pengerukan di titik-titik rawan dilakukan secara massif, maka akan menyelesaikan dia masalah besar yang menusuk jantung ekonomi langsung tersebut.

‎"Kalau ini Sungai Mahakam bisa di keruk secara bersamaan, maka masalah besar itu pasti akan selesai, ekonomi dan pelayaran akan tambah lancar," pungkasnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top