
Barang bukti yang ditemukan milik korban berupa karung dan sandal.(Dok. Babinkamtibmas)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Seorang warga dilaporkan hilang diduga tenggelam saat mencari besi tua, di perairan Sungai Mahakam, Rabu (5/11/2025).
Salah seorang keluarga korban Melinda Sari mengatakan, mendapatkan info dari keluarga Desa Jongkang di pinggir Sungai Mahakam bahwa ketinting yang dinaiki oleh korban hanyut dan ditemukan barang bukti berupa sandal serta karung milik korban.
"Keluarga itu mendapatkan informasi dari Anak Buah Kapal (ABK), yang melihat korban terjun dari kapal ponton disaat ketintingnya lepas dari ikatan kapal ponton tersebut," kata Melinda Sari saat ditemui Kutairaya.
Ia menyebutkan, keseharian korban ialah mencari besi tua yang sudah rapuh di kapal ponton. Dari informasi yang diterima bahwa korban hari ini tengah mencari besi tua di kapal ponton Candra A1.
"Yang menginformasikan itu dari ABK Toug Boat (TB) Mitra Bahari. Kami keluarga dapat informasi itu sekitar pukul 14.00 wita," sebutnya.
Atas informasi tersebut, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian ini ke Babinkamtibmas dan RT setempat, untuk dapat dilaporkan ke pihak pihak terkait, agar dilakukan pencarian.
"Korban ini juga mengidap penyakit kencing manis. Kami dari tadi merasa khawatir terhadap keberadaan korban," jelasnya.
Sementara itu Babin Kamtibmas Desa Sepakat Budi Santoso membenarkan adanya dugaan peristiwa warga hilang, disaat mencari besi tua di kapal ponton.
"Kami menerima laporan dari warga bahwa ada orang hilang diduga tenggelam. Untuk itu, kami langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP)," ucap Budi Santoso.
Tiba di TKP, polisi langsung melakukan identifikasi terhadap identitas korban. Kobran bernama Indar, dengan status belum menikah dan pekerjaan mencari besi tua.
Saat ini pihak kepolisian tengah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, untuk melakukan pencarian korban. Dari informasi terkahir di dapat bahwa, keberadaan ketinting korban berasa di perairan Kecamatan Loa Janan.
"Ketinting sudah ditemukan, tapi korban belum ditemukan. Kami sedang melakukan koordinasi dengan Polairud dan pihak lainnya, untuk melakukan pencarian korban," pungkasnya. (*zar)