
Proses pemancangan pilar jembatan Sebulu.(Achmad Rizki/KutaiRaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Warga Kecamatan Sebulu dan sekitarnya berharap pembangunan jembatan Sebulu bisa segera rampung.
Pasalnya, jembatan itu sangat penting dalam memudahkan akses mobilisasi masyarakat.
Salah seorang warga Sebulu, Iqhbal Aditya menyambut baik atas pembangunan jembatan Sebulu tersebut.
Selama ini ia menuju ke Tenggarang atau Tenggarang ke Sebulu harus menggunakan kapal fery, yang mengantre terlebih dahulu.
"Ini pastinya memakan waktu dan tak efisien. Terlebih ketika kapal itu membawa kendaraan yang banyak sehingga mengkhawatirkan," kata Iqhbal kepada Kutairaya, Selasa (4/11/2025).
Menurutnya, adanya pembangunan Jembatan Sebulu dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat.
Karena jembatan itu menghubungkan antarkecamatan, bahkan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Timur.
"Saya yakin, ketika jembatan itu sudah jadi, pasti ekonomi masyarakat meningkat. Karena akses semakin mudah," tuturnya.
Selain itu, pembangunan jembatan Sebulu bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta memangkas waktu jarak tempuh, daripada harus memutar lewat jalur darat, bahkan menggunakan transportasi air.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti mengemukakan, pembangunan jembatan Sebulu terus berlanjut sesuai dengan progresnya.
Untuk tahap dua, ada timbunan tanah jalan pendekat area sisi Sebulu sepanjang 2.100 meter, sampai dengan agregat kelas B.
Kemudian, pile slab 300 jalan pendekat area sisi Sebulu. Pekerjaan pengadaan dan pemasangan grider 5 span sisi Sebulu.
"Tahun ini kita masih fokus di sisi Sebulu," kata Linda.
Untuk 2026, ia belum mengetahui apakah pembangunan Jembatan Sebulu itu bisa berlanjut atau tidak.
Namun, Dinas PU telah mengusulkan di Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) sekitar Rp 250 miliar.
Tapi anggaran itu kemungkinan untuk menutupi utang di pekerjaan 2025 ini.
"Sebab tahun ini (2025, red) kita terjadi efisiensi, tapi pekerjaan sudah berjalan. Dan kita masih menunggu transfer daerah, jika sampai Desember 2025 ini tak ada transfer daerah, maka potensi utang," ucapnya. (ary)