
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kesekretariatan Daerah Pemerintah Setda Pemprov Kaltim, Dasmiah.(Foto:Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, memastikan bahwa pencairan Bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi para mahasiswa baru, baik di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun swasta, akan segera dilakukan pada Minggu kedua bulan November 2025.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Setda Pemprov Kaltim), Dasmiah menyampaikan, proses pencairan bantuan tersebut telah melalui sejumlah tahapan, termasuk juga koordinasi intensif dengan pihak perguruan tinggi.
"Sejak awal sudah kami mitigasi dan sampaikan dalam rapat bersama dengan perguruan tinggi. Sudah ada tiga kali rapat yang kami lakukan dengan PTN dan PTS. Anggarannya memang berada di perubahan, bukan di pergeseran, jadi nanti prosesnya baru bisa dimulai pada awal bulan November," jelasnya.
Ia juga menambahkan, proses review Anggaran Bantuan Tambahan (ABT) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah selesai pada akhir bulan Oktober setelah tahap perbaikan telah rampung. Untuk saat ini, pihaknya tengah menyiapkan Surat Keputusan (SK) Gubernur sebagai dasar pengajuan pencairan Dana.
"Sekarang prosesnya sudah masuk dalam tahap pembuatan SK untuk pak Gubernur. Jadi sesuai agenda, pencairan UKT akan dilakukan minggu kedua November untuk para mahasiswa yang telah terdaftar dan di SK-kan," ujarnya.
Penyaluran bantuan UKT telah dilakukan dalam beberapa tahapan. Untuk PTN sudah sampai pada tahap ketiga dan akan segera memasuki tahap keempat, sementara untuk PTS telah mencapai tahap kedua.
Dirinya juga mengingatkan para mahasiswa, agar memastikan pendaftaran mereka di sistem Link Gas Gratispoll (Linggraspolis Pol), yang menjadi basis data utama, dalam verifikasi penerima bantuan.
"Melalui sistem itu, kamu bisa memverifikasi nantinya, apakah penerima benar warga Kaltim dan apakah ia telah menerima beasiswa lain. Jadi semua mahasiswa, wajib untuk mendaftar di Linggraspolis Pol. Kalau tidak, mereka tidak akan bisa masuk dalam tahap pengumuman," tegasnya.
Untuk saat ini, proses pengumuman penerima hampir selesai. Bagi para mahasiswa yang belum mendaftar, pihaknya telah menegaskan bahwa tidak dapat menunda proses pencairan.
"Kami tidak bisa menunggu. Mahasiswa yang belum mendaftar, terpaksa kami lewatkan dulu di tahap berikutnya," katanya.
Adapun, untuk mahasiswa yang berada di Tahap 1 dan dan Tahap 2, dana akan langsung ditransferkan ke Perguruan Tinggi masing - masing pada Minggu kedua November, karena keseluruhan proses administrasinya telah rampung.
Total anggaran bantuan UKT yang disiapkan oleh Pemprov Kaltim, telah mencapai angka RP 156 Miliar, angka ini mencakup 7 Perguruan Tinggi Negeri dan 45 Perguruan Tinggi Swasta, termasuk juga dengan kerjasama dan afirmasi.
"Jumlah penerimanya ada sekitar 33.600 mahasiswa. Penyerahan simbolisnya, akan kami lakukan nanti di tanggal 10 November 2025," ungkapnya.
Ia juga menambahkan, bahwa keterlambatan pencairan sempat terjadi, karena anggarannya baru masuk dalam perubahan APBD.
"Makanya belum ada penyerahan secara simbolis, karena memang dananya baru tersedia setelah perubahan anggaran disahkan," lanjutnya.
Terkait program lain, seperti insentif para guru dan juga marbot masjid masih dalam tahap penyaluran. Terkait insentif guru telah terealisasi sekitar 56%, sementara untuk marbot masih menunggu proses pencairan, karena anggarannya juga ada di perubahan APBD.
"Untuk Insentif Marbot masih nol, tetapi akan segera kami realisasikan setelah pencairan ABT selesai," tandasnya. (*Abi)