
Kondisi saat kebakaran dan pasca kebakaran Hotel Bumi Senyiur pada Rabu (29/10/2025). Seluruh operasional di tutup oleh manajemen Hotel, Jumat (31/10/2025).(Dok: BumiSenyiur)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Sebagian besar Gedung Hotel Bumi Senyiur Kota Samarinda, ditelan si Jago Merah, pada pagi hari pukul 07.15 WITA Rabu (29/10/2025). Proses evakuasi tamu, dan pemadaman api sendiri memakan waktu, hampir 1 jam 30 menit. Carollyne Yevado Tohjoyo Marcomm Manager Hotel Bumi Senyiur, Carollyne Yevado Tohjoyo sebut akan tutup seluruh operasional.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan (Disdamkarmat) Kota Samarinda Hendra AH, menyampaikan sebelumnya penanganan api yang terlambat, dikarenakan oleh sistem keselamatan gedung atau Sprinkle yang sudah tidak berfungsi lagi.
"Setiap tahunnya, kita selalu melakukan tindakan inspeksi, akan tetapi masih banyak kekurangan. Mulai dari hidran yang tidak standar, hingga tidak adanya pemasangan sprinkler," ujarnya.
Menurut pantauannya di lapangan, area hotel terlihat berhasil diporak - porandakan oleh api. Bagian langit - langit hotel jebol, dinding hotel menghitam, dan air sisa pemadaman masih menetes dari langit - langit. Walaupun demikian, api berhasil dipadamkan sehingga tidak menjalar ke area lobi utama.
Di lantai dua, suasana gelap dan aroma asap masih tercium dengan pekat di sekitaran ruangan. Banyak material bangunan yang berserakan, kabel listrik yang menjuntai, dan serpihan kaca dan kayu, yang menutupi jalur evakuasi.
"Semua kamar di lantai dua, habis dilahap api, hampir tak bersisa," ucap salah satu karyawan hotel, yang enggan namanya disebutkan.
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh pihak Unit Inafis Satreskrim Polresta Kota Samarinda, titik api berasal dari Kamar 207. Garis polisi juga dipasang disekitaran dinding tempat televisi yang kuat dugaan, menjadi sumber api.
Kasubnit Inafis Satreskrim Polresta Kota Samarinda Aiptu Harry Cahyadi, menerka nilai kerugian akibat kebakaran ini, menyentuh angka lebih dari Rp 4 miliar.
"Berdasarkan perkiraan awal kami, total kerugian yang diterima pihak hotel, mencapai angka lebih dari empat miliar rupiah, dan ini masih angka perkiraan perhitungan awal," jelasnya.
Hotel Puri Senyiur di Jalan Ruhui Rahayu I, menjadi opsi langkah darurat pihak manajemen hotel, untuk memindahkan seluruh tamu yang dievakuasi.
Marcomm Manager Hotel Bumi Senyiur, Carollyne Yevado Tohjoyo menyampaikan, bahwa pihak manajemen hotel akan menutup sementara seluruh operasional hotel.
"Untuk sekarang, Operasional Hotel Bumi Senyiur, akan ditutup sementara untuk dilakukannya proses Investigasi, serta pembersihan area yang terdampak, dan untuk waktunya sendiri masih akan ditentukan nanti," terangnya.
Hingga berita ini dimuat, pihak Kepolisan masih terus melakukan penyelidikan intensif, terkait penyebab pasti kebakaran Hotel Bumi Senyiur Kota Samarinda. (*Abi)