• Jum'at, 20 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

DPMD Kutai Kartanegara



Sekretaris DPMD Kukar Saat Mendampingi Tim Verifikasi dari DPMD Provinsi Kaltim di Kelurahan Baru.(DPMD Kukar)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com):Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Yusran Darma, mendampingi tim verifikasi dari DPMD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam kegiatan penilaian Lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat provinsi di Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Selasa (28/10/2025).

Yusran menjelaskan, pada tahun ini DPMD Kukar mengusulkan dua wakil untuk mengikuti lomba BBGRM tingkat provinsi, yakni Desa Karang Tunggal Kecamatan Tenggarong Seberang untuk kategori desa, dan Kelurahan Baru Kecamatan Tenggarong untuk kategori kelurahan.

"Namun dari hasil seleksi, yang masuk tiga besar adalah Kelurahan Baru. Karena itu, hari ini tim dari provinsi melakukan verifikasi lapangan di sini. Kami berharap semoga Kelurahan Baru bisa meraih juara pertama. Sejak beberapa kali mengikuti lomba BBGRM pascapandemi COVID-19, Kukar belum pernah menjadi juara satu. Mudah-mudahan tahun ini bisa tercapai," ujarnya.

Yusran juga mengapresiasi semangat dan kesiapan pihak kelurahan. Menurutnya, sejak menerima surat pemberitahuan dari DPMD Provinsi dua minggu sebelumnya, Lurah Baru bersama seluruh unsur masyarakat langsung bergerak mempersiapkan diri.

"Persiapan mereka luar biasa. Pak Lurah, Ketua Forum, dan seluruh lembaga kemasyarakatan di kelurahan ini kompak menyambut penilaian ini. Kami optimistis hasilnya akan baik," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi DPMD Kaltim, Esti Susilarini, mengatakan bahwa Kelurahan Baru merupakan salah satu dari tiga besar finalis kategori kelurahan yang masuk tahap verifikasi lapangan.

"Untuk kategori kelurahan, kami mengambil tiga terbaik, yakni Kelurahan Waru di Penajam Paser Utara, Kelurahan Karang Ambun di Berau, dan Kelurahan Baru di Kukar. Dari hasil verifikasi ini nanti akan ditentukan juara satu, dua, dan tiga," jelas Esti.

Ia menambahkan, penilaian BBGRM meliputi beberapa aspek, antara lain kegiatan kegotongroyongan masyarakat, bidang sosial-keagamaan, ekonomi, lingkungan, serta sinergi antar lembaga kemasyarakatan di wilayah tersebut.


"Setiap kelurahan memiliki karakteristik berbeda. Tidak seperti desa yang mendapatkan dana langsung dari pusat, kelurahan harus lebih kreatif memaksimalkan gotong royong dan dukungan masyarakat. Karena itu, BBGRM juga menjadi momentum untuk menilai sejauh mana pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan di Kalimantan Timur," ujarnya.

Sementara itu, Lurah Baru Bayu Ramanda menyampaikan bahwa seluruh persiapan dilakukan secara maksimal sejak awal tahun. Ia menegaskan, gotong royong bukan hanya tentang kerja bakti atau kebersihan lingkungan, tetapi juga mencerminkan perputaran ekonomi masyarakat yang tumbuh dari, oleh, dan untuk warga itu sendiri.

"Selama proses persiapan, kami menghimpun data dan dokumentasi seluruh kegiatan kemasyarakatan. Hasilnya menunjukkan adanya perputaran uang masyarakat yang cukup besar, hampir mencapai Rp5 miliar. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong di Kelurahan Baru juga berdampak pada ekonomi lokal," jelas Bayu.

Ia berharap hasil penilaian BBGRM ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh warga untuk terus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

"Apapun hasilnya nanti, kami sudah bangga bisa mewakili Kutai Kartanegara di tingkat provinsi. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Kukar," ungkapnya. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top