• Selasa, 20 Januari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Kutai Kartanegara



Kegiatan Apel Peringatan Hari Santri 2025 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar(Andri wahyudi/kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar apel peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025 yang berlangsung khidmat di lapangan upacara Kantor Bupati Kukar, Rabu (22/10/2025) pagi.

Apel tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri yang bertindak sebagai pembina apel. Kegiatan ini diikuti oleh para santri dari berbagai pondok pesantren (ponpes) se-Kukar. Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada sejumlah ponpes serta pemberian penghargaan bagi para pemenang lomba santri.

Bupati Aulia Rahman Basri menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap kontribusi besar para santri dan pondok pesantren dalam membangun moral serta peradaban masyarakat di Kukar.

"Hari ini kita memperingati Hari Santri tahun 2025 di Kabupaten Kutai Kartanegara. Pemkab Kukar sadar betul bahwa peran santri dan pondok pesantren sangat besar dalam proses pembangunan daerah," ujarnya.

Bupati Aulia berharap agar ponpes di Kukar terus mencetak santri-santri yang berkualitas dan berwawasan luas. Ia menegaskan bahwa para santri merupakan generasi penerus yang akan berperan penting dalam kemajuan daerah.

"Kami berharap pondok pesantren mampu mencetak santri yang tidak hanya paham kitab kuning, tetapi juga melek terhadap perkembangan zaman, termasuk di bidang teknologi informasi dan ilmu pengetahuan," tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati menyebutkan bahwa Pemkab Kukar terus berkomitmen mendukung keberlangsungan pendidikan di pesantren. Salah satunya melalui program bantuan operasional pondok pesantren sebesar Rp100 juta per ponpes, yang akan terus dilanjutkan.

"Program bantuan ini sudah dimulai sejak Kukar Idaman dan akan terus kami lanjutkan di era Kukar Idaman Terbaik,"jelasnya.

Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.” Tema ini, menurut Bupati Aulia, sangat relevan dengan semangat zaman dan peran santri dalam menjaga nilai-nilai kemerdekaan serta mendorong kemajuan bangsa.

"Tema ini mencerminkan tekad santri sebagai penjaga kemerdekaan dan penggerak kemajuan. Santri tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan zaman, melainkan harus hadir sebagai pelaku sejarah baru dan pembawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin," tegasnya.

Bupati Aulia juga berpesan agar para santri terus berinovasi dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

"Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawatlah tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman. Bawalah semangat pesantren ke ruang publik, dunia kerja, hingga ranah internasional. Tunjukkan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton," pungkasnya. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top