
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mewajibkan semua pelaku usaha yang berhubungan dengan pemerintah, membuat rekening Bankaltimtara.
Kebijakan ini diberlakukan di tahun 2025, dengan harapan perputaran ekonomi di Kukar semakin banyak dan kesejahteraan masyarakat tercukupi.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, selama ini pelaku usaha yang beroperasi di Kukar banyak yang menyimpan hasil usahanya di bank lain, sehingga perputaran ekonomi kurang di Kukar.
Dengan kebijakan mewajibkan pelaku usaha membuat rekening Bankaltimtara ini bisa meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, yang ujungnya dapat membantu kesejahteraan.
"Kami sudah mengambil kebijakan yang hampir dilaporkan ke Ombudsman, yaitu kami membuat kebijakan bahwa semua pelaku usaha yang berhubungan dengan pemerintah daerah harus membuat rekening di Bankaltimtara," kata Aulia, Kamis (16/10/2025).
Aulia menegaskan, kebijakan ini dilakukan karena ia menginginkan bahwa uang yang keluar di rekening-rekening para pengusaha itu berputar dan beredar di daerah Kukar.
"Selain itu, kita berharap proses kemudahan bisa akan dilakukan, mau dia kontraktor dari luar daerah harapan kita dia membuka rekening di Bankaltimtara, berusaha di Kalimantan Timur, utamanya Kabupaten Kukar, maka penggunaan perbankannya harus menggunakan bank milik pemerintah daerah Kabupaten Kukar, yaitu Bankaltimtara," ujarnya.
Mudah-mudahan kebijakan-kebijakan ini mendapat dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim, karena niatnya bukan ingin mempersulit, tapi meningkatkan perputaran ekonomi daerah.
"Kita sudah berdiskusi dengan Bankaltimtara, kalau seandainya ini dirasakan sulit-sulitnya di mana, kalau seandainya dirasakan merugikan dari pihak badan usaha di mana, nah itu yang akan kita diskusikan," ujarnya.
Dan ia minta ke Bankaltimtara agar tidak ada penambahan pembiayaan pembukaan rekening.
Rekening itu dibuat dengan mudah, pembuatan rekening tidak ada kerugiannya sama sekali.
"Mudah-mudahan dari pihak Bank Indonesia juga bisa mendukung itu, karena kita sekali lagi menginginkan bahwa proses perputaran ekonomi di tempat kita itu bisa berjalan dengan baik," ucapnya. (dri)