
Tim POPDA Kukar Putra yang bertanding di open turnamen di Loa Kulu lalu. (Dok:PBVSI Kukar)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Tim Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kukar targetkan emas dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang akan digelar pada bulan November 2025 di Kabupaten Paser.
Target tersebut bukan tanpa alasan, mengingat pada POPDA sebelumnya, tim putra Kukar berhasil meraih emas, sementara tim putri meraih perunggu.
Manager tim POPDA Kukar, Didik Hartono menyampaikan, bahwa persiapan tim saat ini terus berjalan meski belum memasuki tahap Training Center (TC). Hal ini disebabkan adanya penundaan jadwal POPDA yang semula direncanakan pada 1 Oktober 2025, tapi diundur menjadi 1 November 2025 karena ketidaksiapan tuan rumah.
"Saat ini para atlet kami kembali dulu ke klub masing-masing, mereka akan latihan secara mandiri dulu, kemudian untuk persiapan kami juga manfaatkan turnamen-turnamen lokal yang ada di Kukar, seperti turnamen di Loa Kulu kemarin dan yang akan datang di Bukit Biru tanggal 20 Oktober 2025. Ini untuk menambah jam terbang dan mengasah kemampuan mereka," ungkap Didik pada Kutairaya.com, melalui via telepon, Selasa (14/10/2025).
PBVSI Kukar sudah menyiapkan dua tim yang akan tempur di ajang POPDA nanti, yaitu tim putra dan putri, masing-masing terdiri dari 12 atlet, setiap tim didampingi oleh satu manajer, satu pelatih, dan satu asisten pelatih.
Tim ini merupakan hasil seleksi dari berbagai kecamatan di Kukar yang dipersiapkan untuk mewakili Kukar dalam ajang tersebut.
Ia menyebutkan, untuk saat ini memang pihaknya harus menghadapi adanya tantangan dalam persiapan, terutama karena kondisi geografis Kukar yang luas yang membuat koordinasi latihan bersama menjadi sulit dilakukan.
"Masalahnya bukan di pendanaan, tapi karena anak-anak masih pelajar. Kalau mau kumpul untuk latihan jangka panjang, agak susah perizinannya. Apalagi jarak antar kecamatan cukup jauh, jadi tidak bisa setiap saat langsung kumpul," ucapnya.
Meski begitu, Ia tetap optimis di ajang nanti, dan ia berharap para atlet bisa disiplin latihan mandiri di tempat masing-masing, menjaga kesehatan dan menjaga performa mereka.
"Kami optimis untuk bisa membawa pulang emas lagi, melihat potensi yang ada, yang penting anak-anak terus disiplin latihan dan tetap semangat," pungkasnya. (*zar)